Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label HIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIDUP. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Mei 2012

"Sisa Usia"

"Sekarang ini, berapa pun "usia" kita, sesungguhnya kita semua ini sedang menjalani masa "sisa usia" kita di dunia".


Dan berapa pun "sisa usia" kita, hanya Allah lah yang mengetahuinya, karena semua sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Faathir, Ayat 11, yang artinya:

 ".... Dan tiada dipanjangkan "usia" seseorang yang panjang "usia" dan tidak dikurangi "usia"nya, melainkan dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah".

Kematian lita adalah misteri Illahi, tugas kita adalah menyiapkan bekal sebanyak-banyakmya untuk bekal hidup setelah kematian, hidup yang abadi.

Pada  "sisa usia" kita, yang kita sendiri tidak tahu sampai kapan batasnya, marilah kita sama-sama  berdoa,

"Ya Allah, ya Tuhanku, Engkau Yang Meghidupkan dan Mematikan,  jadikan "sisa usia" ini, "usia" yang menambah rasa cintaku kepada-Mu dan Engkau pun semakin mencintaiku. Jadikanlah diriku sebagai manusia yang bermanfaat di dunia ini. Di "sisa usia"ku ini, tuntunlah selalu diriku, untuk selalu berbuat kebaikan. Bimbinglah selalu, agar berjalan lurus di jalan-Mu, sehingga dapat menggapai surga-Mu”.

Tidak ada  seorangpun yang tahu berapa batasan "usia" kita, karena   "usia" manusia merupakan rahasia Allah. Ajal tidak dapat diperkirakan dan kapan akan menjemput kita. Orang yang sudah tua dan sakit-sakitan belum tentu meninggal dunia terlebih dulu dari pada  anak muda yang  sehat badannya. Semoga  kita dapat memanfatkan "sisa usia"  kita ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan persiapan   kita     dengan  sebaik-sebaiknya untuk menghadap Allah SWT.

Ada sebuah  Hadidt Riwayat Ahmad, menjelaskan bahwa sebaik-baik manusia ialah orang yang diberi panjang "usia" dan "usia" yang panjang itu dia gunakan untuk berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sejahat-jahat  manusia ialah orang yang diberi Tuhan "usia" yang panjang tetapi "usia" yang panjang itu mereka gunakan untuk berbuat kejahatan dan kerusakan-kerusakan saja.

Semoga di "sisa usia" kita selalu mendapat ridha Allah untuk selalu berbuat kebaikan. Amiiiin....

Rasulullah SAW. berdabda, "Manusia itu menua tetapi ada dua hal yang tetap muda baginya, yaitu rakus (berambisi) terhadap harta dan rakus (berambisi) terhadap (panjangnya) "usia". (HR. Muslim dari Anas bin Maalik ra.)........... 

Jumat, 23 Desember 2011

"Harta dan Anak adalah Perhiasan Hidup di Dunia"

"Hati-hati dengan "harta" dan "anak"-"anak" yang diamanahkan kepada kita, karena "harta" dan "anak"-"anak" merupakan "perhiasan" "hidup" di dunia yang harus kita jaga."


Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al Kahfi ayat 46:
"Harta" dan "anak"-"anak" adalah "perhiasan" "hidup" di dunia, dan amal saleh yang kekal adalah sebaik-baik pahala di sisi Tuhanmu dan sebaik-baik cita-cita."

Sabtu, 17 Desember 2011

"Semarak Warna Di Otak"

"Begitu indahnya Allah menciptakan "otak" manusia dengan "wana" "warni" yang tidak bisa ditiru oleh manusia itu sendiri."

Subhanallah.....
Allahu Akbar.....
Indahnya ciptaan-Mu
Akan lebih indah kalau manusia dapat menggunakan "otak"nya untuk berbuat kebaikan di dunia ini....

Dalam gambar ini, apa yang tampak seperti rambut badut merupakan kode "warna" dari rute jalur saraf "otak". Setiap helaian mewakili ribuan serat saraf atau akson. Gambar tersebut diciptakan oleh Prof. Van Wedeen dari Harvard. Dia merancang pencitraan 3-D yang mengungkapkan berbagai koneksi dengan menelusuri pergerakan cairan di sepanjang jaringan serat. "Otak" adalah organ yang sangat terorganisasi," ungkapnya. "Sungguh kendahan sejati."

(Sumber: Majalah National Geographic, Edisi Juli 2011).

Dengan "otak"nya, manusia seharusnya dapat me"warna"i dunia ini dengan kebaikan-kebaikannya. Sangat tepat kalau manusia diperintahkan oleh Allah sebagai khalifah di muka bumi ini. Marilah dunia ini  kita perindah dengan keindahan kehidupan seperti yang ada dalam "otak" manusia ciptaan Allah SWT.

Kamis, 24 November 2011

"Cinta Dunia - Salah Satu Sebab Su'ul Khatimah"

"Apabila manusia telah merasa "cinta" terhadap "dunia", kesenangan birahi, hiburan dan pernik-perniknya, maka hatinya akan terasa berat untuk berpisah darinya. Sehingga hatinya enggan untuk berpikir tentang kematian yang menjadi sebab perpisahan dengannya."


Setiap yang membenci sesuatu maka ia akan menolaknya dari dirinya, manusia itu akan sibuk dengan perandai-andaian yang batil, dirinya akan berharap selamanya terhadap apa yang sesuai dengan kehendaknya untuk kekal di "dunia".

Asal dari semua perandai-andaian ini adalah "cinta dunia" dan senang dengannya, dan lalai dari sabda Nabi SAW: "Cinta"ilah apa yang kamu kehendaki, tapi ingatlah bahwa kamu akan berpisah darinya."

Ibnu Abbas RA berkata: "Dunia" datang pada Hari Kiamat dalam bentuk orangtua yang berambut abu-abu kebiruan, gigi taringnya nampak, buruk rupanya, lalu dilihatkan kepada semua makhluk, dan dikatakan kepada mereka, "Tahukah kalian apa itu?"

Mereka menjawab, "Kami berlindung kepada Allah dari mengetahui hal demikian!" Lalu dikatakan, "Inilah "dunia" yang karenanya kalian saling membunuh, memutuskan tali kasih sayang, saling mendengki, saling mendendam, dan kalian terperdaya, kemudian "dunia" dilemparkan ke Neraka Jahanam, lalu memanggil-manggil, "Hai Tuhanku, di mana pengikut setiaku?" Lalu Allah Azza wa Jalla berfirman, "Susulkan pengikut setianya kepadanya."
Yahya bin Mu'adz berkata: "Dunia" adalah minuman keras setan, siapa yang mabuk karenanya maka tidak akan sadar kecuali dalam kesusahan detik kematian, menyesal di antara orang-orang yang rugi,"

Pe"cinta dunia" adalah manusia yang paling pedih siksanya. Dia disiksa dalam tiga fase; Disiksa di "dunia", pengerahan tenaga dan pertikaian dengan sesamanya. Disiksa di alam barzakh karena kehilangan "dunia" dan rugi karenanya. Ia dipisahkan dari apa yang di"cinta"inya dan tiada harapan berkumpul dengannya selamanya; Dan disiksa pada hari pertemuan dengan Tuhannya. Allah Ta'ala berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 55:

"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di "dunia" dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir."

Al-Qurthubi berkata, "Hal semacam ini banyak terjadi pada manusia yang tersibukkan masalah "dunia" dan yang mencita-citakannya. Bahkan, telah diceriterakan kepada kita bahwa ada makelar yang dalam detik kematiannya dikatakan padanya, "Katakan Laa ilaha illallah," namun dia mengatakan. "Tiga setengah, empat setengah." Dia telah dikuasai "cinta" kerja sebagai makelar.

Ibnul Qayyim berkata, "Saya diberitahu oleh orang yang menghadiri kematian peminta-minta bahwa ia mengatakan, "Sungguh Kasihanilah, berilah uang sekadarnya," sampai meninggal.

Mahasuci Allah, berapa banyak orang menyaksikan hal-hal ini yang semestinya dijadikan pelajaran. Juga, masih sangat banyak hal-hal yang tidak mereka ketahui dari keadaan orang-orang yang dijemput maut lebih banyak dan lebih hebat dari hal-hal itu."

Luqman berkata kepada anaknya, "Juallah "dunia"mu dengan "akhirat" niscaya engkau mendapatkan keduanya. Dan jangan engkau jual "akhirat"mu dengan "dunia" niscaya engkau akan rugi keduanya."

Mutharrif bin Syakhkhir berkata, "Jangan engkau memperhatikan kemudahan kehidupan raja-raja dan kemegahan perabotan mereka, tetapi perhatikan begitu cepat kepergian mereka dan begitu buruk tempat kembali mereka."

Ibnu Abbas berkata, "Sesungguhnya Allah menjadikan "dunia" ini tiga bagian; Satu bagian untuk orang mukmin, satu bagian untuk orang munafik, dan satu bagian untuk orang kafir. Orang mukmin berbekal, orang munafik berhias, dan orang kafir bersenang-senang dengan "dunia"

(Sumber: Tamasya Ke Negeri "Akhirat", oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri).

Hal "dunia"wi jangan dijadikan tujuan. Hanya sebagai sampingan saja. Supaya kita tidak terbebani.

Allah berfirman dalam Surat Huud ayat 15:

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan "dunia" dan perhiasannya, niscaya Kami sempurnakan pekerjaannya di "dunia", dan mereka tidak dirugikan."

Surat Huud Ayat 16:

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di "akhirat" kecuali neraka dan lenyaplah apa yang mereka telah usahakan (di "dunia"), dan sia-sialah apa yang mereka kerjakan."

Senin, 21 November 2011

"Hari Akhir (Al-Yaum Al-Akhir)"

"Ada dua hal yang dimaksud dari "hari akhir". Pertama, kebinasaan alam semuanya dan terhentinya kehidupan ini secara total. Kedua, memasuki kehidupan "akhirat" dan dimulainya kehidupan itu."


Dengan demikian, kata "hari akhir" menunjuk "hari" ter"akhir" dari "hari"-"hari" kehidupan dunia ini sekaligus "hari" pertama dan penghabisan dari kehidupan kedua, karena "hari akhir" itu hanya satu "hari" tidak terjadi untuk kedua kalinya.

Keimanan kepada "hari akhir" menuntut pembenaran terhadap pemberitaan Allah tentang kebinasaan kehiupan dunia ini, yang didahului oleh beberapa tanda, kejadian besar menakutkan dan perubahan besar. Sebagaimana juga, menuntut pembenaran terhadap pemberitaan Allah tentang kehidupan "akhirat" yang berisi nikmat dan siksa, kejadian-kejadian besar seperti pembangkitan segala makhluk, pengumpulan dan penghisaban mereka, pemberian imbalan atas perbuatan sadar yang mereka lakukan dalam kehidupan dunia ini.

(Sumber: Tamasya Ke Negeri "Akhirat", oleh Syaikh Mahmud Al-Mishri).

Jumat, 12 Agustus 2011

"Kunci Hidup Tenang"

"Dalam menjalani "hidup", tentu kita tidak lepas dari kesulitan. Roda ke"hidup"an pun terus berputar. Sudah menjadi tugas setiap manusia untuk menjalaninya dengan memilah-milah antara yang baik dan yang buruk."


Allah Yang Maha Adil telah mengatur semuanya dengan proporsional. "Hidup" itu yang penting dijalani dengan ikhlas dan Lillahi ta'ala atau semua dilakukan hanya semata-mata karena Allah. Dengan begitu, "hidup" bisa lebih "tenang".

Ke"hidup"an memang tidak selalu sejalan dengan keinginan manusia. Tidak jarang berbagai cobaan pun datang sebagai bentuk ujian dari Sang Khaliq. Semua harus kita kembalikan kepada Allah swt. Perbanyaklah dengan membaca Istighfar..... Astaghfirullah hal adziim....... Insya'Allah.... "Hidup" kita akan lebih "tenang".....

Selasa, 28 Juni 2011

"HIDUP SANGAT BERARTI"

"Alam semesta adalah transformasi; "Hidup" kita adalah tergantung bagaimana kita memandangnya."(Marcus Aurelius Antonius).

Bayangkan diri anda di ambang pintu sukses yang tak tertandingi. Ke"hidup"an utuh yang penuh kemuliaan terhampar di hadapan anda. Capailah! Capailah! (Andrew Carnegie).

Visi yang anda muliakan dalam pikiran anda, idealisme yang anda hayati dalam hati anda.... ini akan membangn "hidup" anda. Menjadi inilah anda nantinya. (James Allen).
Di dalam diri kita masing-masing terdapat kuasa "hidup", roh, prinsip, inti, potens yang belum digenapi, yang tidak memberi kita istirahat, kedamaian, hingga dinyatakan. (Peter Nivio Zarlenga).
Prinsip ke"hidup"an adalah bahwa "hidup" ini memberi respons dengan menyesuaikan diri; ke"hidup"an anda akan menjadi seperti yang telah anda putuskan. (Raymond Charles Barker).

Mengatakan 'Ya' artinya bangun dan mengamalkan keyakinan bahwa anda dapat menciptakan makna dan tujuan dalam apapun yang anda alami dalam "hidup" ini. (Susan Jeffers, Ph. D).

Satu-satunya hal yang menghalangi seseorang untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dalam "hidup" ini seringkali hanyalah kemauan untuk mencobanya dan iman untuk meyakini bahwa itu mungkin. (Richard M. Devos).

"Hidup" ini bukanlah terdiri terutama dari fakta-fakta dan kejadian-kejadian. "Hidup" ini terdiri terutama dari badai pikiran yang selamanya berkecamuk dalam kepala seseorang. (Mark Twain).

Hanya dengan satu gagasan besar saja, "hidup" anda dapat diubah total. (Earl Nightingale).

"Hidup" bukanlah semata-mata bernafas, melainkan bertindak; memanfaatkan organ-organ tubuh kita, indera kita, kemampuan-kemampuan kita, semua bagian diri kita yang memberikan perasaan eksis kepada kita. (Jean-Jacques Rousseau).

Belajar untuk "hidup" sedemikian rupa sehingga hasilnya membahagiakan anda.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi anda kegembiraan yang tak disangka-sangka sebelum tiap matahari terbenam dalam "hidup" anda.

Jika anda dapat mengambil hari ini dan mengambil sedikit sinar matahari dan menaburkan ke dalamnya, akan mendapatkan berkah ke"hidup"an yang nyata --- walaupun hanya diri anda sendiri.

Biarkanlah impian anda, bukan penyesalan, yang memerinyah "hidup" anda.

Impian adalah tanda bahwa Tuhan bekerja dalam "hidup" anda. Khususnya jika immian itu untuk membantu orang lain atau melakukan sesuatu yang baik yang tidak dilakukan oleh orang lain.

Aku mencintaimu dalam nafasku, senyumku, air mataku, semua ke"hidup"anku. (Elizabeth Barrett Browning).

Hanya ada satu kebahagiaan dalam ke"hidup"an, untuk mencintai dan dicintai. (George Sand).

Aku mencintainya sehingga bersamanyaaku dapat menanggung semua penderitaan, tanpa dirinya ke"hidup"anku tidak ada artinya. (John Milton).

Tidak ada yang lebih indah dalam ke"hidup"an ini selain dari saat kita merasakan cinta, merasakan gerakan sayapnya yang lmbut. (Henry Wadsworth Longfellow).

Kualitas "hidup" seseorang akan tergantung pada komitmennya untuk meraih kesuksesan, tak peduli dalam bidang apa mereka melakukannya. (Vince Lombardi).

Aku tak bisa membayangkan seseorang yang tidak memberikan segala yang dia miliki dalam permainan "hidup" ini dapat meraih kesuksesan. (Walter Cronkite).

Tak ada hal lain dalam ke"hidup"an seseorang seperti suatu hari yang tidak penting. (Alexander Woollcott).

Tujuan utama kita dalam "hidup" adalah menjadi seseorang yang dapat membuat kita melakukan apa yang mampu dan bisa kita lakukan. (Ralph Waldo Emerson).

Satu jam dalam "hidup", yang dipenuhi oleh berbagai tindakan yang berisiko, sama berartinya dngan satu tahun dengan hanya mengamati tindakan serta sikap yang baik yang dilakukan oleh orang lain, di mana manusia mencari sesuatu melalui keberadaannya, seperti air yang mengalir perlahan di rawa, tanpa penghormatan tanpa pengamatan. (Sir Walter Scott).

Kenikmatan terbesar dalam "hidup" adalah melakukan hal-hal yang orang-orang pikir kita tak mampu melakukannya. (Walter Gagehot).

Hal terpenting dari seseorang adalah apa yang ia percaya akan keberadaannya. Hal ini yang membuatnya menjadi seseorang seperti ia saat ini, hal yang mengatur serta meng"hidup"inya, hal yang membuatnya terus maju dalam menghadapi situasi yang tak menentu, hal yang memberinya ketahanan dan semangat. (Hugh Stevenson Tigner).

Orang-orang yang dapat menghadapi "hidup" adalah mereka yang bangkit dan mencari keadaan seperti yang mereka inginkan, dan jika tidak menemukannya, mereka akan menciptakan keadaan tersebut. (George Bernard Shaw).

Jika kau ingin berhasil dalam "hidup", jadikan keteguhan hati sebagai sahabatmu, pengalaman sebagai penasihatmu yang bijaksana, kewaspadaan sebagai saudara tuamu dan harapan sebagai pelindungmu. (Joseph Addison).

"Hidup"lah dengan berani dan tak kenal rasa takut. Rasakan kenikmatan berada dalam sebuah kompetisi---dengan menunjukkan yang terbaik tang ada dalam dirimu. (Henry Kaiser).

Adalah hal yang lucu tentang "hidup" ini. Jika kau menolak menerima sesuatu, maka kau akan seringkali mengalaminya. (Somerset Mahgham).

Dia yang tak cukup berani mengambil risiko tak akan mencapai apa pun dalam "hidup" ini. (Muhammad Ali).

Sesungguhnya tak ada yang salah dalam "hidup" ini --- yang ada hanyalah pelajaran. (Anonim).

Apakah "hidup" ini akan berkerut atau berkembang akan sangat tergantung pada besarnya semangat seseorang. (Anasis Nin).

Ambillah kesempatan! "Hidup" ini adalah kesempatan. Ia yang melangkah paling jauh adalah seseorang yang mau bertindak dan berani. (Dale Carnegie).

Setiap tindakan yang kita lakukan dalam "hidup" akan menyentuh kawat-kawat yang akan bergetar dalam keabadian. (Edwin Hubbel Chapin).

Adalah perlu untuk selalu mencoba melakukan sesuatu lebih dari yang diharapkan, hal ini harus berlangsung terus dalam "hidup". (Christine, Ratu Swedia).

Kenikmatan tertinggi dalam "hidup" adalah mampu melakukan hal-hal yang kata orang kau tak mampu lakukan. (Anonim).

Kenyataannya adalah bahwa "hidup" ini berat dan memuaskan atau mudah dan tidak memuaskan. (Richard Leider).

Tak ada yang lebih mengagumkan dan menyenangkan dalam "hidup" ini dari pada melihat seseorang yang telah berubah --- tak sekedar berubah, tetapi berubah menjadi lebih baik. (Arthur Gordon).

Apa yang tampak sebagai sebuah kegagalan bisa saja merupakan hal yang nantinya sangat menentukan dalam  membantumu mencapai keberhasilan "hidup". (Srully Blotnick).

Tak ada sesuatu yang bagus dan hebat terjadi dalam "hidup" dan dalam atletik kecuali dengan kerja keras yang disertai usaha. Keberhasilan yang didapat dengan jalan pintas hanya bersifat sementara. (Roger Staubach).

Seseorang memiliki antusiasme selama 30 menit, yang lain selama 30 hari, tetapi orang yang memilikinya selama 30 tahunlah yang akan mencapai kesuksesan dalam "hidup". (Edward B. Butler).

Prestasi tertinggi manusia adalah dapat memanfaatkan kesempatan serta sarana yang ada dalam "hidup" ini. (Vauvenargues).

Orang yang memiliki keteguhan hati akan memulai keberhasilan "hidup" saat orang lain berakhir dalam kegagalan. (Edward Eggleston).

Janganlah "hidup" dalam ketakutan akan apa yang akan terjadi pada masa mendatang. "Hidup"lah dalam antisipasi akan kesempatan baru yang ada dalam masa depan tersebut. (Anonim).

Satu-satunya kenikmatan dalam "hidup" ini adalah memulai sesuatu. (Cesare Pavese).

Lakukanlah lebih dari sekedar ada di dunia ini, "hidup"lah. Lakukanlah lebih dari sekedar menyentuh, rasakan. Lakukanlah lebih dari sekedar melihat, perhatikan. Lakukanlah lebih dari sekedar membaca, serap. Lakukanlah lebih dari sekedar mendengar, simak. Lakukanlah lebih dari sekedar berpikir, pikirkan dengan mendalam. Lakukan lebih dari sekedar bicara, katakan sesuatu. (John H. Rhoades).

Satu dari kompensasi paling indah dalam "hidup" ini adalah bahwa tak ada orang yang secara tulus mendorong orang lain tanpa menolong dirinya sendiri. (Ralph Waldo Emerson).

Setiap panggilan "hidup" itu besar jika dikejar dengan baik. (Oliver Wendell Holmes). 
div class='clear'>