Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label MAKANAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKANAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

"KANDUNGAN GIZI TIKUS DAN HUKUM (ISLAM) MEMAKANNYA"

"Mendengar "Tikus" sebagai bahan makanan belum begitu biasa bagi sebagian orang".  

 
Tetapi mengkonsumsi "Tikus" (Bandikut) sebagai bahan pangan bukanlah hal yang baru bagi sebagian komunitas penduduk asli di Afrika dan beberapa tempat lainnya. Di Sulawesi Utara, khususnya kelompok etnik Minahasa/Manado "Tikus" hutan merupakan sumber protein hewani alternatif yang sampai saat ini tetap dikonsumsi. Bagi masyarakat di Papua, "Tikus" tanah atau Bandikut adalah jenis satwa yang intensitas pemanfaatannya sangat tinggi, karena habitatnya yang sangat dekat dengan manusia, biasanya di sekitar kebun.  Disebut "Tikus" tanah karena jenis hewan ini membuat sarangnya di dalam tanah dan jika dilihat, secara morfologi, hewan ini menyerupai "Tikus".

APA ITU "TIKUS" TANAH?

"Tikus" tanah atau Bandikut adalah salah satu jenis satwa yang tekah dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat di Papua sebagai sumber protein hewani keluarga.  Dibandingkan species satwa lainnya,  "Tikus" Tanah mudah ditangkap karena habitatnya dekat dengan pemukiman (Petocz, 1994), selain itu satwa ini juga tergolong dalam jenis mamalia prolifik, karena cepat berkembang biak, mampu beranak 5-6 kali dalam setahun dengan jumlah anak per kelahiran 3-4 ekor (Crysostomus, 2003).  Hampir di sebagain besar daerah di Papua, masyarakat setempat memanfaatkan satwa ini sebagai salah satu sumber protein hewani alternatif. Penyebaran "Tikus" Tanah di Papua sangat luas dan ditemukan hampir di seluruh kepulauan Papua (Papua New Guinea dan Papua) serta Australia.  Jenis mamalia ini terdapat hampir di seluruh wilayah Papua dan di beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya termasuk di kawasan Teluk Cenderawasih dan Kepulauan Raja Ampat.  Petocz (1994) menggambarkan bahwa "Tikus" Tanah menghuni spektrum habitat yang meliputi padang rumput, hutan terbuka, hutan sekunder dan di kebun-kebun masyarakat karena dikenal sebagai predator untuk hama kebun seperti keong dan serangga tanpa merusak tanaman perkebunan.  Penyebarannya mulai dari permukaan laut sampai dengan ketinggian 4000 meter di atas permukaan lain di daerah hutan tropis.
MENGAPA "TIKUS" TANAH DIKONSUMSI?

Umumnya hewan buruan sangat ditentukan oleh banyaknya kandungan daging yang dimilikinya. Sama halnya dengan "Tikus" Tanah, meskipun kisaran bobot badannya bervariasi antara 200-750gr bahkan bisa lebih, persentase karkasanya cukup tinggi.  Persentase karkas "Tikus" Tanah yang ditemukan di dataran rendah Manokwari yaitu di Amban, dan di daerah dataran tinggi Manokwari khususnya di Lembah Kebar dapat dilihat dalam Tabel 1.
Lokasi
Jenis Kelamin
Berat Badan (gr)
Persentase Karkas (%)
Sex
Jumlah
Amban1
6
240–1200
70.4 – 80
 
8
560–760
63.3 – 75
Kebar2
7
455–1670
64.6 – 77.4
 
7
501–1395
61.4 – 74.6

Keterangan: 1Djumadiyadin (2001), 2 Chrysostomus (2003)

Dibandingkan beberapa ternak konvensional yang sudah sering dikonsumsi masyarakat, seperti kambing (40-50%), domba (55%), sapi (50-60%) dan kelinci (49-52%), karkas bandikut relatif lebih tinggi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena sebagai hewan omnivora, pakan  "Tikus" Tanah selalu tersedia dan mudah didapat di sekitarnya. Jika dilihat menurut kandungan gizi dagingnya, perbandingan komposisi gizi daging "Tikus" Tanah (Chrysostomus, 2003) dan beberapa ternak lainnya ditunjukkan dalam Tabel 2.

Tabel 2.  Perbandingan kandungan gizi daging "Tikus" Tanah dengan beberapa produk daging lainnya
Kandungan gizi
Bandikut
Ayam1
Babi2
Rusa3
Sapi3
Domba3
Air (%)
72.62
68
41,1
70.8
63.6
Protein (%)
18.62
31,5
11,2
24.7
22
17.4
Lemak (%)
3.22
1,3
47,0
3.3
6.5
18.2
Abu
2.63
0,6
Energi ME (kj/100g)
1090
621
545
891
969
Kolesterol (mg/100g)
66
67
72
 Keterangan:  1 Mountney & Parkhurs (1995); 2 Pearson & Tauber (1984); 3 Subekti (1995)

DAPATKAH "TIKUS" TANAH DIMANFAATKAN?

UU No 7 / 1976 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pangan yaitu makanan dan minuman yang berasal dari tumbuhan, hewan, ikan; baik produk primer ataupun olahan.  Sedangkan Husain (2005) menjelaskan bahwa pangan lokal adalah pangan yang diproduksi setempat (suatu wilayah / daerah tertentu) untuk tujuan ekonomi dan / atau dikonsumsi.   Menurut Prescott-Allen and Prescott-Allen (1982) sedikitnya di 62 Negara, satwa liar memberikan sumbangsih sekitar 20 % sebagai sumber protein hewani masyarakat. Di daerah terpencil Di Amazon misalnya satwa menyediakan sumber kalori kepada masyarakat sekitar dan juga zat-zat nutrisi yang esensil seperti protein dan lemak.  Hal yang sama juga umum ditemukan di benua Afrika (Ntiamoa-Baidu, 1997), Serawak dan Sabah (Benner et al., 2000), Northeastern Luzon, Philipina (Griffin and Griffin, 2000), Sulawesi Tengah (Alvard, 2000) dan Sulawesi Utara (Lee, 2000 dan Clayton dan Milner-Gulland, 2000).

Dengan demikian, kita bisa melihat adanya korelasi antara satwa liar sebagai sumber protein hewani masyarakat dengan aspek ketahanan pangan masyarakat di Papua. Hal ini berkaitan erat dengan pendapat Hoskins (1990) bahwa ketahanan pangan yaitu akses fisik dan ekonomi terhadap pangan untuk setiap individu pada setiap saat dan selalu berkaitan erat dengan ketersediaan pangan tersebut. 
 
Sedangkan Suryana (2001) menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan anggota keluarga dari waktu ke waktu yang berkelanjutan agar dapat hidup sehat dan mampu melakukan kegiatan sehari-hari secara produktif, yang jumlah, mutu dan ragamnya sesuai dengan lingkungan sosial budaya masyarakat tersebut berdomisili.  
 
Selanjutnya dijelaskan bahwa tiga faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan, yaitu 
1) faktor ketersediaan pangan, 
2) faktor kemampuan keluarga/masyarakat dan 
3) faktor kemauan masyarakat. 

Bagi masyarakat Papua yang tinggal di daerah-daerah terpencil akses terhadap hasil buruan satwa yang selalu tersedia di lingkungan sekitarnya menjadi indikator bahwa aktivitas perburuan merupakan usaha untuk menjaga ketahanan pangan keluarga.  Di sisi lain kondisi ini dapat diartikan sebagai usaha pengeanekaragaman pangan oleh masyarakat setempat, dan menurut Budi (2005) usaha penganekaragaman pangan yaitu proses pemilihan pangan yang tidak tergantung pada satu jenis bahan saja, tetapi terhadap macam-macam bahan pangan mulai dari aspek produksi, pengolaan, distiribusi hingga aspek konsumsi pangan di tingkat rumah tangga.  Pattiselanno (2004) menjelaskan bahwa nilai ekonomi hasil buruan, kemudahan dalam memperolehnya serta terbatasnya akses terhadap daging ternak domestikasi merupakan alasan utama perburuan satwa dianggap sebagai faktor yang memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan masyarakat di daerah pedalaman Papua.

Catatan:   Tulisan merupakan bagian dari artikel yang dipresentasikan dalam Seminar Nasional di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 15 Oktober 2011

HUKUM (ISLAM) MEMAKAN "TIKUS".

Kita tidak boleh mengklaim suatu makanan itu halal atau haram tanpa dalil dari Al-Qur'an dan hadist yang shahih. Bila seseorang mengharamkan tanpa dalil, maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah. Firman Allah :

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (QS.An Nahl: 116)

Karena asal hukum makanan baik dari hewan, tumbuhan, laut maupun daratan adalah halal sesuai dengan firman Allah:

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi "(QS Al Baqarah: 168)

Maka Alah tidak merinci satu persatu makanan halal di Al-Qur'an begitu pula tidak dirinci dalam hadits Rasulullah SAW. Namun untuk makanan haram Allah telah merinci secara detail dalam Al-Qur'an atau melalui lisan RasulNya. Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya
atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya" (QS. Al-An'am: 119)

Mengenai perincian makanan haram bisa dilihat dalam surat Al-Maidah ayat 3, sebagai berikut:

"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya" (QS. Al-Maidah: 3)

Semua hewan yang diperintahkan untuk dibunuh tanpa melalui proses penyembelihan adalah haram dimakan, karena seandainya hewan-hewan tersebut halal untuk dimakan maka tentunya Nabi tidak akan mengizinkan untuk membunuhnya kecuali lewat proses penyembelihan yang syar’iy. Rasulullah SAW. bersabda:

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فَي الْحِلِّ وَالْحَرَمِ: اَلْحَيَّةُ وَالْغُرَابُ الْاَبْقَعُ وَالْفَأْرَةُ وَالٍْكَلْبُ وَالْحُدَيَّا

"Ada lima (binatang) yang fasik (jelek) yang boleh dibunuh baik dia berada di daerah halal (selain Mekkah) maupun yang haram (Mekkah): Ular, gagak yang belang, "Tikus", anjing, dan rajawali (HR. Muslim). Adapun tokek dan -wallahu a’lam- diikutkan juga kepadanya cicak, maka telah warid dari hadits Abu Hurairah riwayat Imam Muslim tentang anjuran membunuh wazag (tokek).
[Bidayatul Mujtahid (1/344) dan Tafsir Asy-Syinqithy (1/273)]

"Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk" (QS. Al-A'Raf: 157).

Makna : segala yang baik adalah lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. (Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar)

Makna segala yang buruk berarti sesuatu yang menjijikkan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, "Tikus", tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya. sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi'i (lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah) dan sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya.

Dari definisi diatas masalah "Tikus" menurut saya pribadi bersifat subjektif , yang jelas asalnya halal namun bila anda memandang "Tikus" tidak menjijikan mungkin boleh dimakan namun bila merasa jijik tentu saja bisa digolongkan haram. Namun bila ragu-ragu sebaiknya jangan dimakan. Sumber : Al-Furqon edisi 12 Th.II

Sumber:
1.fpattiselanno.wordpress.com/.../tikus-tanah-sebagai-sumber-protein-hewani-alternatif-mungkinkah/
2. kaahil.wordpress.com/tag/hukum-daging-tikus/
3. artikelassunnah.blogspot.com/2010/02/hukum-makan-bekicot.html
4. sitaro.wordpress.com/daging-tikus-masakan-khas-orang-minahasa/
5. forum.kompas.com/ayam-panggang-daging-tikus/
6. ente.blogdetik.com/mitos-daging-tikus-membuat-bakso-lebih-gurih/
7. armstrongproduct.blogspot.com/photo-pengolahan-daging-tikus-jadi-ayam-tiruan/

Jumat, 15 Maret 2013

"SINGKONG MERGOBENER"

"Umbi "singkong" mengandung banyak nutrisi antara lain : Kalori, Zat besi, vitamin B, C, kalium, fosfor, alium dan protein". 


Selain umbi, daun "singkong" juga mengandung hidrat arang, vitamin A, B1, C, zat besi, kalium, lemak dan kalori. Menurut seorang pakar tanaman obat, Prof. Hembing Wijayakusuma manfaat "singkong" untuk menjaga kesehatan adalah sebagai antitumor, antioksidan, antikanker dan menambah nafsu makan.

Dalam penelitian lain, zat yang terkandung pada daun "singkong" terdapat zat cuprofilin yang berguna untuk membantu menurunkan kolesterol dalam darah. serta mencegah penyakit aterosklerois yaitu terjadinya timbunan lemak di pembuluh darah.

Kandungan gizi dalam "singkong":

  • Vitamin B1 ( thiamin)
  • Vitamin B2 ( riboflavin )
  • Vitamin B3 ( niacin )
  • Vitamin B5 ( pantothenic acid )
  • Vitamin B6 ( pyridoxine )
  • Vitamin B9 ( folat dan asam folat
  • Vitamin C, mencegah sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan gusi, meningkatkan kesehatan gigi, meningkatkan penyembuhan luka, meningkatkan kekebalan tubuh, melindungi radikal bebas, menghambat penuaan, menurunkan resiko kanker, meningkatkan zat besi, meningkatkan kesehatan paru dan mencegah pilek.
  • Vitamin E, A, dan K
  • Karbohidrat
  • Protein
  • Kalori
  • Tembaga
  • Gula alam
  • Lemak alami
  • Omega 3
  • Asam lemak
  • Kalsium dan zat besi
  • Magnesium, fosfor, kalium, nutrium dan seng.
Jadi, jangan sepelekan "singkong" biarpun banyak orang bilang "singkong" makanan orang desa ” ternyata kaya akan vitamin. Syukuri apa yang kita makan hari ini biarpun "singkong" rebus itu adalah suatu rezeki dari Tuhan.
 
Saya punya pengalaman yang sangat menarik tentang "singkong" rebus ini. Pada saat saya melaksanakan tugas Pemeriksaan Reguler di salah satu desa di Sidoarjo, yaitu di desa "Mergobener" Kecamatan Tarik, disuguhi "singkong" rebus. Kalau makan "singkong" rebus, saya sudah sering. Namun "singkong" rebus "Mergobener" yang ini punya tampilan yang berbeda. Yakni cara memasaknya yang berbeda. 

Cara memasaknya: "Singkong" yang masih mentah bersama kulitnya tanpa dikupas dicuci bersih. Setelah dicuci bersih kemudian dipotong-potong tanpa dikupas. Setelah itu  "Singkong" dibungkus daun pisang, kemudian diikat. Setelah itu dikukus pakai dandang. Bungkus daun pisang dimaksudkan supaya "singkong"nya tidak terkena uap air yang mengakibatkan "singkong" jadi basah.  Setelah masak, "singkong" dapat dihidangkan di piring dengan melepas daun pisang pembungkusnya.

Memang "Singkong Mergobener" rasanya jadi enak "bener". "Singkong" nya empuk dan rasanya jadi enak karena aroma daun pisang dan kita makannya jadi enak, kita pegangnya kena kulit "singkong", jadi lebih higienis.

Pengalaman yang tidak terlupakan. Bisa dicoba tuh cara masak "singkong" yang lebih higienis.

Sumber:
1. batangkidul.wordpress.com/2012/06/06/manfaat-singkong-rebus/
2. laely.widjajati.photos.facebook/SINGKONG-MERGOBENER............
3. erythrofkuns.blogspot.com/Gelar-daun-pisang-cegah-kematian-karena-luka-bakar/
4. dheryudi.wordpress.com/siapa-tak-kenal-singkong?.../

Kamis, 07 Maret 2013

"MANFAAT/KHASIAT TAPE/TAPAI SINGKONG"

"Tape singkong" (ubi kayu) merupakan hasil fermentasi dari ubi kayu. Banyak dijual di pasar tradisional maupun warung-warung deket rumah".


"Singkong" (ubi kayu) adalah termasuk jenis umbi-umbian yang banyak terdapat di seluruh daerah di Indonesia. Proses fermentasi yang dilakukan terhadap "singkong" (ubi kayu) ini menghasilkan gula dan alkohol, sehingga "tape" menjadi berasa manis, sedikit asam dan beraroma alkohol.  "Tape singkong" yang berwarna kuning lebih banyak mengandung Vitamin A daripada yang berwarna putih. Vitamin A pada "Tape singkong" dapat mencapai 385 SI per 100 gram.

Apakah anda penikmat "tape"? Atau malah enggan menikmatinya karena rasa yang kadang cukup "keras" karena kecut atau anda yang menghindari jenis makanan yang mengandung alkohol menolak "tape" karena melalui proses fermentasi, tapi jangan anggap semua "tape" sama saja rasanya, "tape" walaupun merupakan hasil fermentasi, juga dapat tetap terasa manis. Apalagi setelah anda mengetahui kandungan vitamin dan "manfaat tape singkong", utamanya "Tape singkong". Jenis makanan ini dianggap ber"khasiat" menggenjot rangsangan seksual pasangan suami istri.

"Tape singkong", selain mengandung karbohidrat sebagaimana dikandung "singkong" juga mengandung vitamin A yang banyak diketahui ber"manfaat" untuk kesehatan mata. Selain itu, "singkong" juga dianggap dapat mengusir jerawat pada wajah.

Menurut dosen Teknologi Pascapanen Hortikultura, Fakultas Teknologi Pertanian, Unud, Dr. Ir. Bambang Admadi Harsojuwono, tingginya kandungan vitamin A "Tape singkong" dapat diketahui jika "tape" yang dihasilkan melalui proses fermentasi itu berwarna kuning. Jika "tape" yang dihasilkan berwarna putih berarti kandungan vitamin A-nya lebih sedikit.

Ragi merupakan bahan utama dalam proses pembuatan "tape". Ragi mengandung mikroba sacchoromyces cereviceae. Mikroba ini mengeluarkan enzim yang berguna dalam proses fermentasi. Kesterilan ragi dan bahan dasar pembuatan "tape" ketika akan digunakan amat penting. Hal ini dimaksudkan agar tak dicemari bakteri lain. Jika hal ini terjadi proses fermentasi akan terhambat. Bakteri yang sering mengeluarkan racun berbahaya bagi kesehatan manusia akan ada dalam "tape".
 
Untuk mendapatkann "tape" dengan hasil yang baik, proses fermentasi harus dilakukan secara optimal. Selain memilih bahan dasar yang baik, proses pembuatan "tape" harus benar. Ragi yang digunakan harus bermutu tinggi. Agar dihasilkan "tape" yang manis, selain lama fermentasi, pemberian ragi secukupnya, serta penutupan yang sempurna selama proses fermentasi berlangsung harus diperhatikan.

Dalam proses fermentasi, glukosa enzim glikolisin akan pecah dan menghasilkan karbondioksida, air, serta energi. Energi diperlukan oleh enzim amilase, intervertase dalam hal proses fermentasi.
 
PH atau kadar asam asetat yang tinggi dalam "tape" dapat mempengaruhi cita rasa "tape", malah dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Proses fermentasi yang terlalu lama dapat menghasilkan air "tape" yang cukup banyak. Rasa manis pada "tape" akan berkurang.

Lamanya proses fermentasi ini sebaiknya jangan lebih dari tiga hari. Jika lewat batas maksimum dan pemberian ragi terlalu banyak nanti "tape"nya lembek dan terasa masam. Rasa masam disebabkan pati yang diubah oleh enzim amilase menjadi gula (sukrosa). Enzim invertase mengubahnya lagi menjadi glukosa. Hasilnya berupa alkohol. Jika proses fermentasi terlalu lama alkohol akan menghasilkan asam asetat sehingga dapat menghasilkan "tape" yang terasa masam.

Mengomentari pendapat umum bahwa "Tape singkong" dapat meningkatkan rangsangan seksual dan mengatasi jerawat, Bambang menyatakan bahwa sebenarnya belum ada penelitian ilmiah yang memperkuat anggapan banyak orang tersebut.

Sedangkan kandungan yang terdapat dalam tiap 100 gram ubi kayu adalah sebagai berikut :
  • Kalori                         146,00 kal
  • Air                               62,50 gram
  • Phosphor                     40,00 mg
  • Karbohidrat                 34,00 gram
  • Kalsium                       33,00 mg
  • Vitamin C                    30,00 mg
  • Protein                          1,20 gram
  • Besi                              0,70 mg
  • Lemak                          0,30 gram
  • Vitamin B1                   0,06 mg
     (sumber: Pengolahan Pangan, Menegristek Bid. Pendayagunaan dan Pemasyarakatan IPTEK)

"Tape singkong" memiliki berbagai "khasiat", berikut beberapa "khasiat" dari "Tape singkong".
  1. Dipercaya dapat menyembuhkan jerawat dan bisul
  2. Banyak orang juga berpendapat "singkong" dapat menambah rangsangan seksual suami-istri
  3. Dapat menghangatkan tubuh karena mengandung Alkohol (jika kebanyakan dapat memabukkan), dan dapat menyehatkan kulit.
  4. Dapat menjadi energi alternatif selain nasi
  5. Memperlancar menstruasi (bagi wanita)
  6. Memperlancar sistem pencernaan
  7. "Tape singkong" juga dapat menyembuhkan penyakit maag dengan cara dikonsumsi pagi-pagi saat bangun tidur.
  8. Dipercaya dapat mencegah anemia.
  9. Obat alternatif untuk mengobati penyakit Wasir
  10. Mengobati luka pada penderita diabetes ("Tape singkong" ditempel pada luka)
  11. Dapat menghilangkan noda di wajah jika dikonsumsi setiap hari  (1 piring kecil setiap hari)
  12. dan masih banyak "manfaat" lainnya...
Cara membuat "Tape singkong" :

   Bahan - bahan :
  1. Ubi Kayu
  2. Ragi "Tape"
   Alat - alat :
  1. Pisau
  2. Kukusan / Panci
  3. Bakul bambu / keranjang
  4. Daun pisang
   Cara membuatnya :
  1. Kupas ubi kayu lalu potong-potong sesuai dengan ukuran yang diinginkan
    kemudian cuci;
  2. Rendam selama 1~2 jam dalam air bersih lalu kukus selama 30 menit (tidak perlu ditiris) atau dapat direbus selama 15 menit (harus di tiriskan);
  3. Sementara itu Ragi dihaluskan, daun pisang di lap sampai bersih dan di layukan diatas api, jika menggunakan bakul bambu maka harus dicuci bersih dan dikeringkan;
  4. Umbi masak yang suam-suam kuku disusun selapis di dalam bakul/keranjang yang sudah dilapisi daun pisang, kemudian ditaburi ragi tipis-tipis. Setelah itu dibuat lagi selapis umbi di atas lapisan sebelumnya, dan kembali ditaburi ragi. Demikian dilakukan sampai bakul hampir penuh.
  5. Umbi dalam bakul ditutup dengan daun pisang tiga lapis
  6. Bakul diletakkan di tempat bersih yang tidak panas dan bebas semut selama 2 sampai 3 hari sampai umbi menjadi "tape".
  7. "Tape" dapat dikemas di dalam kantong plastik, kemudian disimpan pada suhu dingin (0 - 5°C). Pada suhu kamar (15 - 30°C) tapai cepat menjadi masam.
Sumber:
1. www.makanansehat.web.id/.../kandungan-vitamin-dan-manfaat-tape.html
2. soechiblog.blogspot.com/2012/.../tapai-singkong-dan-manfaatnya.html
3. kamarcewekk.blogspot.com/2012/03/manfaat-tape-singkong.html
4. coba-rasa.blogspot.com/2012/07/manfaat-tape-singkong.html
5. unggul.b.sudirman.photos.facebook/Hidup-ini-keras bro...-Kalau-yang-lembek-itu-TAPE...
6. gibran-lifestyle.blogspot.com/manfaat-tape-singkong.../

Minggu, 24 Februari 2013

"RUJAK CINGUR SIDOARJO"

"Bagi warga Jawa Timur Khususnya "Sidoarjo", pasti mengenal makanan khas satu ini "Rujak Cingur".


Makanan khas "Rujak Cingur" di "Sidoarjo" sangat terkenal, tidak hanya masyarakat "Sidoarjo", tapi para pengunjung atau tamu yang datang dari luar daerah yang datang ke "Sidoarjo" juga sudah banyak yang mengenal makanan khas yang satu ini.

Dengan komposisi campuran petis biasa dan petis enak khas "Sidoarjo" serta campuran resep rahasia, dari masing-masing penjual "Rujak Cingur" di "Sidoarjo", membuat rasa itu punya perbedaan ciri khas dari masing-masing penjual "Rujak Cingur".  

Semua irisan bahan dan sayur tertata rapi di atas piring dengan bumbunya yang dituang di atasnya. Untuk menikmatinya, tentu saja kita harus mencampur sayur dan bumbunya hingga rata, sehingga bumbunya tidak terasa di satu sisi saja. Bumbunya nendang banget, takarannya benar-benar pas dan terasa berat dan mantap. Sedangkan untuk "cingur"nya, empuk dan terasa gurih, kalaupun cuma dimakan "cingur"nya tanpa campuran bumbu "rujak", rasanya sudah pas. Tak heran kalau "Rujak Cingur" ini sampai dibawa hingga keluar kota maupun keluar negeri oleh para pelanggannya, seperti Jakarta, Ujung Pandang, Malaysia, Singapura dan beberapa lokasi lainnya.

Bagi para pengunjung yang ingin mebawa "Rujak Cingur" ke luar kota Surabaya atau keluar negeri, biasanya bumbu masih tetap nikmat jika dimakan kurang dari 4 jam setelah proses pembuatan. Tapi kalau sudah lebih dari 4 jam, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi. Untuk seporsi "Rujak Cingur" dengan porsi yang cukup besar ini, harga masih sangat terjangkau oleh masyarakat.
 
Ada dua macam jenis "Rujak Cingur" yang disajikan oleh para penjual "Rujak Cingur" ini, yakni jenis "rujak" matang  dan "rujak" campur. Untuk "rujak" matang, menu yang disajikan berupa bendoyo, sayuran, mie kuning, tahu, bumbu petis dan "cingur". Sedangkan untuk "rujak" campur,  sajian dari "rujak" matang diberi buah-buahan serta lontong sebagai pengganti nasi.

Untuk harga, memang bervariasi dari penjual yang satu dengan yang lain, namun jika ingin memenuhi selera bagi yang hobi "rujak", tentu harga bukan hal yang penting. 

Beberapa tempat penjual "Rujak Cingur" yang dapat dikunjungi antara lain:
1. Depot "Rujak Cingur" Mbak Tila Jl. Pandean 415 "Sidoarjo" Depot ini mulai melayani para pembelinya mulai jam setengah 11 siang sampai jam 4 sore setiap hari. Untuk menemukan depot ini tidaklah terlalu sulit, di jalan Kyai Haji Mukmin, di seberang jalan depan Perumahan CIPUTRA ada sebuah gang kecil yang menuju ke arah Jl. Pandean. Kalau Anda mengendarai mobil, sebaiknya diparkir di area Perumahan CIPUTRA, karena depotnya berada di sebuah gang yang cukup kecil, sehingga agak susah untuk memarkir kendaraan roda 4.

2. "Rujak Cingur" Depot Mutiara. Depot ini berlokasi di lingkungan Perumahan Pondok Mutiara sebelah Barat.

3. "Rujak Cingur" Bu Nur, Jalan Raya Sedati Gede No 66 Sedati "Sidoarjo".

4. "Rujak Cingur" Mak Tin di Stasiun Kereta Api "Sidoarjo" di Jalan Diponegoro "Sidoarjo".

5. Depot "Rujak Cingur" Mbak Tila Tanggulangin "Sidoarjo". Depot ini berlokasi di jalan masuk depan Pasar Wisata Tanggulangin. 

6. Depot "Rujak Cingur" Mbak Nur. Depot ini berlokasi di Jalan Sultan Agung "Sidoarjo", depan Sekolah Taman Kanak-kanak Dharma Wanita "Sidoarjo", Sebelah Barat Pendapa Kabupaten "Sidoarjo".

Sumber:
1. kabarsidoarjo.com/?p=4808
2. wisatakuliner.com/kuliner/tempat.../rujak-cingur-mbak-tila.html
3. www.tripadvisor.com/Restaurant_Review-g3175994-d3157955-Reviews-
4. www.ayojajan.com/detail.php?tempat=Sidoarjo...Asinan%2FRujak
5. as3pram.files.wordpress.com/2007/08/daftar-tempat-makan-di-surabaya.pdf
6. laely-widjajati.blogspot.com/.../sidoarjo-cetak-rekor-muri-bumbu-petis.html
7. centroone.com/rujak-cingur-artis-sedati-sidoarjo/

Sabtu, 23 Februari 2013

"KUPANG LONTONG MAKANAN KHAS SIDOARJO"

"Kupang Lontong", merupakan makanan khas kota "Sidoarjo" yang sudah mendunia". 


"Kupang" adalah hewan laut semacam kerang jenis tiram. Bentuknya kecil, berukuran sekitar tiga sampai lima milimeter, dengan warna tubuh cokelat agak pucat. Hewan kerang yang biasa disebut kerang putih atau corbula faba (latin) ini biasanya dapat ditemukan di pinggir pantai atau lumpur air asin.

Untuk menangkap "kupang", para nelayan menggunakan peralatan yang sederhana. Mereka cukup menyabit rerumputan dan tetumbuhan laut di mana "kupang" menempel. Habitat hidup "kupang" punya karakteristik tenang, ombak yang tidak terlalu besar, dan pada saat air laut surut. Dalam kondisi itulah gerombolan "kupang" diambil oleh para nelayan.


Di Jawa Timur ada dua daerah yang terkenal dengan makanan khas "Kupang Lontong", yakni "Sidoarjo" dan Surabaya, ada sedikit perbedaan pada ukuran "kupang". "Kupang Sidoarjo" lebih besar dari "kupang" di Surabaya . Meski demikian, kelezatannya hampir tiada beda. "Kupang" rasanya manis dan gurih. Konon, "kupang" mengandung protein dan zat besi yang cukup tinggi. Hanya saja, penggunaan "kupang" untuk bawah lima tahun (balita) harus lebih berhati-hati karena mungkin dapat menyebabkan alergi.

"Kupang", sebagaimana udang, memang dapat menyebabkan alergi pada pemakannya yang sensitif. Alergi tersebut bisa berupa gatal-gatal, mual-mual, atau murus alias sakit perut dan buang-buang air.  Kalau mengolahnya bersih maka dijamin tidak akan menimbulkan efek samping seperti diare dan penyakit sejenisnya. Namun untuk mereka yang rentan terkena alergi, para penjual "kupang" biasanya menyediakan es degan atau kelapa muda sebagai peneman utama "Kupang Lontong". Selain menuntaskan haus, es degan dipercaya dapat menetralisir alergi.
 
Untuk membuat "Kupang Lontong" bukanlah perkara sukar. "Kupang" cukup direbus sehingga isi kerang kecil ini akan keluar dan terpisah dari cangkangnya. Setelah dipisah, "kupang" sudah siap untuk diolah dengan tambahan bumbu, seperti bawang putih, gula, irisan jahe, dan irisan daun bawang merah. Dalam kondisi sudah dimasak, bagian kepala "kupang" akan berwarna hitam.

Proses selanjutnya adalah menggerusnya dengan petis "kupang" yang berwarna kecokelatan dan berasa gurih manis (bukan petis ikan/Madura yang rasanya asin). Tak lupa untuk mencampurkan cabai iris, gula, dan jeruk nipis campur, lalu tambahkan sedikit kuah "kupang". Setelah itu, potongan "lontong" yang sudah disiapkan disiram dengan "kupang" dan kuahnya.

Sebagai pelengkap, "Kupang Lontong" ini biasanya disajikan bersama dengan:

1. Lento, yakni makanan ini terbuat dari ketela yang diserut dan biasanya dikasih kacang polong , kacang hijau (sebelumnya kacang-kacang ini direndam dan direbus agar empuk), kelapa parut, garam, dan ketumbar. Semua bahan ini digerus dan dicampur menjadi satu. Lalu bentuk bulatan berukuran sedang dan digoreng hingga kekuningan.

2. Petis, merupakan komponen dalam masakan Indonesia yang dibuat dari produk sampingan pengolahan makanan berkuah (biasanya dari pindang, "kupang" atau udang) yang dipanasi hingga cairan kuah menjadi kental seperti saus yang lebih padat. Dalam pengolahan selanjutnya, petis ditambah karamel gula batok. Ini menyebabkan warnanya menjadi coklat pekat dan rasanya manis.

3. Sate kerang, yaitu makanan khas Indonesia terutama dari kota Surabaya. Sate kerang dibuat dari daging kerang. Unik bagi sate ini adalah bahwa daging kerang yang digunakan tidak dibakar atau dipanggang seperti layaknya sate lainnya, melainkan direbus dan dicampur dengan bumbu, gerusan bawang putih, dan garam. Sate kerang biasanya disantap dengan sambal yang terbuat dari campuran petis udang dan gula merah.. Sate ini biasanya juga disajikan bersama dengan "lontong" balap, kecap dan sambal.

Makanan laut yang dipadukan sama petis, "lontong", lento, sate kerang tak lupa es kelapa muda yang siap membuat anda terlena. "Kupang Lontong" memang terkenal di Jawa Timur khususnya "Sidoarjo". Banyak sekali orang berjualan "Kupang Lontong" di daerah "Sidoarjo" ada 2 tempat yang mungkin bisa kita pertimbangkan untuk mencicipi "kupang" ini, yaitu "Kupang Lontong" Pak Slamet Suko dan  "Kupang Lontong" Pujasera Gedangan. Di Pujasera Gedangan ini memang pusat makanan "Kupang Lontong" ada sekitar 8 sampai 10 pedagang "Kupang Lontong" yang siap melayani anda semua.

Sumber:
1. sepung.blogdetik.com/2010/12/26/kupang-lontong/
2. www.okefood.com/.../lontong-kupang-antara-surabaya-dan-sidoarjo
3. gudangkuliner.blogspot.com/2011/02/kupang-lontong-sidoarjo.html
4. bpras.com
5. tourismnews.co.id
6. indonesianculinary.tumblr.com

Sabtu, 28 Januari 2012

"Tips Memilih Rempah"

"Rempah"-"rempah" adalah bagian tumbuhan yang beraroma atau berasa kuat yang digunakan dalam jumlah kecil di makanan sebagai pengawet atau perisa dalam masakan."


Untuk membuat masakan yang lezat dibutuhkan bahan-bahan masakan yang baik termasuk bumbunya. Untuk membuat gulai dan kari yang sedap pemilihan bumbu yang terdiri dari berbagai jenis "rempah" adalah penting. Ada  beberapa jenis "rempah" yang dipakai membuat gulai dan kari, misalnya jintan dan kapulaga. Untuk jintan pilih yang bersih dan tidak hancur. Begitu juga untuk kapulaga, yang bagus berwarna coklat tua. Di samping itu ada pula berbagai "rempah" yang dapat dipakai untuk membuat masakan seperti semur dan sop, misalnya cengkeh, pala dan kayu manis. Untuk cengkeh carilah yang batangnya coklat dan keras. Begitu pula untuk kayu manis. Sedangkan untuk pala pilihlah yang bentukya utuh dan terasa berat bila dipegang.

Referensi:
1. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas.
2. Majalah Wanita Kartini, edisi Nomor 2022. 2 s/d. 16 November 2000.

Sabtu, 21 Januari 2012

"Makanan Alami Untuk Kulit Sehat"

"Cobalah "makan" "makanan alami" supaya "kulit" anda "sehat".


1. Bawang Putih.
Baik untuk melancarkan sirkulasi darah hingga tekanan normal dan tubuh tidak mudah infeksi. Bawang putih juga dapat membuat "kulit" wajah terlihat cemerlang dan membantu mencegah terjadinya bercak-bercak hitam.

2. Mangga.
Mengandung beta carotene tinggi (unsur utama pembentuk vitamin A). Unsur ini berfungsi sebagai antioksidan yang sangat ampuh untuk mengembalikan keremajaan dan mencegah iritasi "kulit".

3. Alpukat.
Mengandung vitamin B6 yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penuaan pada "kulit" dalam jangka waktu panjang.

4. Ikan Salmon.
Omega-3 yang terkandung di dalamnya baik untuk mencegah "kulit" supaya tidak mudah terbakar, menguatkan sel-sel "kulit" supaya tetap kencang dan mencegah terjadinya penggumpalan darah.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Juli 2002)

Jumat, 06 Januari 2012

"Sarapan Sehat"

"Untuk memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan, idealnya "sarapan" yang "sehat" harus mengandung tiga unsur utama: karbohidrat, serat dan protein."

Sayangnya, alasan terburu-buru berangkat kerja atau tak sempat memasak sering dijadikan alasan untuk melupakan pola menu "sehat" ini. Bahkan bahan-bahan makanan instan pun bisa jadi "sarapan" menyehatkan asal jeli mengkombinasikannya. Cuma ada susu dan cornflake di lemari anda? Jangan khawatir, tanbahkan saja potongan apel atau pisang, yang akan melengkapi kebutuhan serat dan vitamin pada protein dan karbohidrat yang dikandung susu dan cornflake. Mudah, cepat dan "sehat" kan?

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Desember 2002). 

Rabu, 04 Januari 2012

"Ikan Salmon"

"Sebelum asyik melahap "ikan" berdaging warna oranye ini, simak dulu informasi akuratnya!"


1. "Ikan salmon" yang baru dibeli harus segera dimasak. Jika masih sisa, bersihkan "salmon" di bawah kucuran air dan lap hingga kering. Kemudian, bungkus dan masukkan ke dalam wadah tertutup. Setelah itu, masukkan ke dalam lemari es. "Salmon" ini dapat bertahan hingga 1-2 hari.

2. Jika anda memakai "ikan salmon" beku untuk memasak, jangan cairkan pada suhu kamar. Lebih baik, masukkan ke dalam lemari es. Atau, untuk menghemat waktu, manfaatkan microwave yang anda punya.

3. Tidak bisa menahan godaan "ikan salmon" asap yang mengundang selera? Supaya semakin nikmat, hidangkan dengan perasan air jeruk lemon dan rebusan sayuran.

4. Buat yang suka "salmon" panggang, perhatikan yang satu ini. Sebelum memanggang "salmon", panaskan alat pemanggang terlebih dulu. Panggang masing-masing sisi "ikan" selama 10 menit saja,

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Oktober 2004). 

"Potato Story"

"Siapa orangnya yang tak suka "potato" ("kentang")? "Kentang" ini akan sangat nikmat kalau kita pandai mengolahnya."


* Supaya potongan "kentang" tidak berubah warna menjadi cokelat, rendam dalam campuran perasan 1/4 jeruk lemon dan air matang.
* Nikmati "kentang" beserta kulitnya yang sudah dicuci. Atau, kupas kulit "kentang" setipis mungkin. Alasannya, vitamin B, C dan mineral lebih banyak terkandung di bawah kulit "kentang".

* Jika anda penggemar mashed "potato", tambahkan satu sendok teh baking soda untuk satu kilo "kentang" agar hasilnya lebih lembut dan mengembang. Rasanya juga jadi lebih enak di lidah.

* Kalau ingin "kentang" panggang cepat matang, tusuk-tusuk sebelum dimasukkan ke oven. Dan agar kulitnya lembut, oleskan mentega sebelumnya.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Oktober 2004). 

Pilih-pilih Jajanan Sehat"

"Jangan sampai "jajanan" malah akan merusak ke"sehat"an kita. Pilih-pilih "jajanan" yang "sehat" itu wajib hukumnya kalau kita mau "sehat".


"Jajanan" berwarna pasti menggiurkan untuk dicicipi. Pasalnya, apa "jajanan" ini aman dimakan? Supaya dapat "jajan" dengan nikmat namun badan tetap "sehat", camkan 5 Golden Rules dari WHO, berikut ini:
1. Pastikan "jajanan" yang anda beli terjaga kebersihannya dan terbuat dari bahan makanan yang aman dan bukan memakai pewarna buatan yang berbahaya.

2. Perhatikan tempat penjual menaruh  "jajanan".

3. Pastikan bahan "jajanan" yang masih mentah dan matang tidak diletakkan dalam wadah yang sama.

4. Pilih "jajanan" yang dimasak sampai matang.

5. Langsung makan "jajanan" yang telah dibeli dan jangan simpan terlalu lama.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Oktober 2004). 

Jumat, 30 Desember 2011

"Bawa Bekal Makan Siang"

"Bawa bekal makan siang", ternyata ada segi positif dan negatifnya."


SEGI POSITIF:
1. Hemat uang.
Soalnya, uang yang biasa dikeluarkan untuk "makan siang" dapat disimpan.

2. Bisa lebih menikmati "makan siang".
Sebab "makan"an itu sudah disiapkan sendiri dari rumah dan benar-benar yang diinginkan.

3. Hemat waktu dan tenga.
Anda tidak perlu mengantri, mulai dari memesan sampai membayar "makan"an.

4. Mutu "makan"an jelas.
Cocok kalau berperut sensitif dan tidak bisa "makan" sembarangan.


SEGI NEGATIF:
1. "Makan"an yang dibawa sudah dingin.
Coba bawa tempat "makan" yang dapat menjaga bekal tetap hangat.

2. Pilihan terbatas.
Tidak semua bekal bisa awet saat disimpan agak lama. Hindari bekal ("makan"an) yang terlalu berminyak atau berkuah.

3. Bawaan tambah banyak.
Kalau naik kendaraan umum, pilih tempat "makan" berbentuk lunc bag. Ringkas dan tidak repot.

(Sumber: Majalah Cosmopolitan, edisi Juni 2003). 


Jumat, 16 September 2011

"Membuat Telur Asin"

"Bagi anda yang suka mengkonsumsi "telur asin", dapat membuat sendiri. Membuat "telur asin" tidaklah sulit, tinggal kemauan anda saja."
Apabila di tempat anda sulit ditemukan tanah liat, dapat digunakan bahan yang lain, yakni batu bata yang ditumbuk lalu disaring atau abu gosok. Untuk membuat "telur asin" dibutuhkan:

BAHAN:
a. 10 butir "telur" bebek segar.
b. 12 genggam abu gosok atau batu bata halus.
c. 5 genggam garam kasar.
d. Air secukupnya.
ALAT:
a. Kain basah.
b. Amplas.
c. Wadah/baskom.

CARA MEMBUAT:
a. Pertama-tama bersihkan "telur" dengan kain basah, sampai benar-benar bersih.
b. Kemudian amplas permukaan "telur" hingga lapisan kulitnya sedikit terkupas dan pori-porinya terbuka.
c. Siapkan pula campuran abu gosok atau batu bata halus dengan air dan garam, hingga menyerupai adonan padat.
d. Lapisi "telur" dengan adonan tersebut setebal 1 Cm.
e. Diamkan di tempat berangin hingga kering.
f. Simpan selama 1 minggu.
g. Apabila hendak dikonsumsi, cuci "telur" hingga bersih, lalu kukus sampai matang.

Perlu anda ingat! Menyimpan "telur" saat di"asin"kan cukup satu minggu saja. Hal ini untuk menghindari pembusukan, karena kualitas "telur" tidak sama.

Selamat mencoba. Semoga berhasil............

Senin, 29 Agustus 2011

"Makanan Manis Menggemukkan"

"Apakah "makanan manis" akan meng"gemuk"kan badan anda? Faktanya 'Ya' ! Apakah anda ingin mengetahui alasannya?"





"Makanan" yang banyak mengandung gula menambah berat badan (meng"gemuk"kan) lebih cepat. Karena kadar gula yang berlebihan dapat merusak mineral kronium, yaitu mineral yang dibutuhkan tubuh untuk membakar kalori.

"Agar Nasi Lebih Enak"

"Apakah anda ingin "nasi" yang anda masak terasa "enak"? Tentu saja, jawabannya 'Ya' ! Karena kalau kita makan, kemudian "nasi" yang kita makan terasa tidak "enak", pasti nafsu makan kita akan hilang."


Ada cara mudah untuk membuat "nasi" yang kita makan terasa "enak". Pertama-tama cucilah beras anda secukupnya. Beras yang sudah dicuci itu kemudian dijemur sampai kering. Setelah kering, masak beras tersebut. Niscaya "nasi" yang baru saja anda masak, terasa lebih lezat dari biasanya.

Selamat mencoba..... Semoga berhasil......

Minggu, 28 Agustus 2011

"Agar Nasi Sisa Tidak Hambar"

"Nasi sisa" yang dingin, pasti terasa hambar apabila dimakan. Supaya "nasi sisa" itu tidak terasa "hambar", ada caranya."

Pertama, siapkan panci pengukus yang sudah diberi air, masukkan 1-2 sendok makan garam ke dalamnya. Kemudian tunggu sampai mendidih, baru masukkan "nasi". Setelah setengah jam, angkat "nasi" tersebut. Niscaya kita akan mendapatkan  kembali "nasi" yang hangat dan tidak "hambar".

Silahkan mencoba..... Semoga berhasil.........



div class='clear'>