Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label PSYKHOLOGY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSYKHOLOGY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

"PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS REMAJA"

"Bicara tentang "psikologis remaja" tentu tak lepas dari perkembangan "psikologis remaja", yang mana dapat dikatakan suatu fase perkembangan yang dialami seseorang ketika memasuki usia 12-22 tahun." 



Masa "remaja" merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Hal ini sering membuat bingung baik oleh si "remaja" sendiri dan orang tua. Banyak "remaja" terjerumus ke dalam kerusakan moral ketika mencoba mencari jati diri. Begitu juga, orang tua sering kali tidak tahu harus berbuat apa kepada anak "remaja"nya yang sepertinya mulai nakal. Disinilah fungsi "psikologi remaja", yaitu untuk memahami cara berpikir para "remaja".

Pada fase perkembangan "psikologis remaja", anak harus mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. 

Perkembangan "Psikologi Remaja"

1. Siapa "Remaja" itu?

Menurut Sri Rumini & Siti Sundari (2004: 53) masa "remaja" adalah peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/ fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia "remaja" ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12 – 15 tahun = masa "remaja" awal, 15 – 18 tahun = masa "remaja" pertengahan, dan 18 – 21 tahun = masa "remaja" akhir.
  
2. Ciri-ciri atau Karakteristik "Psikologi Remaja"

a. Perkembangan Fisik "Psikologi Remaja"

Fase "remaja" adalah periode kehidupan manusia yang sangat strategis, penting dan berdampak luas bagi perkembangan berikutnya. Pada "remaja" awal, pertumbuhan fisiknya sangat pesat tetapi tidak proporsional, misalnya pada hidung, tangan, dan kaki. Pada "remaja" akhir,proporsi tubuh mencapai ukuran tubuh orang dewasa dalam semua bagiannya (Syamsu Yusuf :2005). Berkaitan dengan perkembangan fisik ini, perkembangan terpenting adalah aspek seksualitas ini dapat dipilah menjadi dua bagian, yakni :

1) Ciri-ciri Seks Primer
Perkembangan "psikologis remaja" pria mengalami pertumbuhan pesat pada organ testis, pembuluh yang memproduksi sperma dan kelenjar prostat. Kematangan organ-organ seksualitas ini memungkinkan "remaja" pria, sekitar usia 14 – 15 tahun, mengalami “mimpi basah”, keluar sperma. Pada "remaja" wanita, terjadi pertumbuhan cepat pada organ rahim dan ovarium yang memproduksi ovum (sel telur) dan hormon untuk kehamilan. Akibatnya terjadilah siklus “menarche” (menstruasi pertama). Siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit kepala, sakit pinggang, kelelahan, depresi, dan mudah tersinggung. Psi
kologi remaja
2) Ciri-ciri Seks Sekunder
Perkembangan "psikologis remaja" pada seksualitas sekunder adalah pertumbuhan yang melengkapi kematangan individu sehingga tampak sebagai lelaki atau perempuan. "Remaja" pria mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada kumis, jambang, janggut, tangan, kaki, ketiak, dan kelaminnya. Pada pria telah tumbuh jakun dan suara "remaja" pria berubah menjadi parau dan rendah. Kulit berubah menjadi kasar. Pada "remaja" wanita juga mengalami pertumbuhan bulu-bulu secara lebih terbatas, yakni pada ketiak dan kelamin. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang bakal memproduksi air susu di buah dada, serta pertumbuhan pada pinggul sehingga menjadi wanita dewasa secara proporsional.

b. Perkembangan Kognitif "Psikologi Remaja"

Pertumbuhan otak mencapai kesempurnaan pada usia 12–20 thn secara fungsional, perkembangan kognitif (kemampuan berfikir) "remaja" dapat digambarkan sebagai berikut

a. Secara intelektual "remaja" mulai dapat berfikir logis tentang gagasan abstrak
b. Berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah
c. Sudah mampu menggunakan abstraksi-abstraksi, membedakan yang konkrit dengan yang abstrak
d. Munculnya kemampuan nalar secara ilmiah, belajar menguji hipotesis
e. Memikirkan masa depan, perencanaan, dan mengeksplorasi alternatif untuk mencapainya psikologi remaja
f. Mulai menyadari proses berfikir efisien dan belajar berinstropeksi
g. Wawasan berfikirnya semakin meluas, bisa meliputi agama, keadilan, moralitas, dan identitas (jati diri)

c. Perkembangan Emosi "Psikologi Remaja"

"Remaja" mengalami puncak emosionalitasnya, perkembangan emosi tingkat tinggi. Perkembangan emosi "remaja" awal menunjukkan sifat sensitif, reaktif yang kuat, emosinya bersifat negatif dan temperamental (mudah tersinggung, marah, sedih, dan murung). Sedangkan "remaja" akhir sudah mulai mampu mengendalikannya. "Remaja" yang berkembang di lingkungan yang kurang kondusif, kematangan emosionalnya terhambat. Sehingga sering mengalami akibat negatif berupa tingkah laku “salah suai”, misalnya : psikologi remaja
1) Agresif : melawan, keras kepala, berkelahi, suka menggangu dan lain-lainnya
2) Lari dari kenyataan (regresif) : suka melamun, pendiam, senang menyendiri, mengkonsumsi obat penenang, minuman keras, atau obat terlarang

Sedangkan "remaja" yang tinggal di lingkungan yang kondusif dan harmonis dapat membantu kematangan emosi "remaja" menjadi :

1) Adekuasi (ketepatan) emosi : cinta, kasih sayang, simpati, altruis (senang menolong), respek (sikap hormat dan menghormati orang lain), ramah, dan lain-lainnya
2) Mengendalikan emosi : tidak mudah tersinggung, tidak agresif, wajar, optimistik, tidak meledak-ledak, menghadapi kegagalan secara sehat dan bijak

d. Pekembangan Moral "Psikologi Remaja"

"Remaja" sudah mampu berperilaku yang tidak hanya mengejar kepuasan fisik saja, tetapi meningkat pada tatanan "psikologis" (rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain). ps
ikologi remaja
e. Perkembangan Sosial "Psikologi Remaja"

"Remaja" telah mengalami perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain (social cognition) dan menjalin persahabatan. "Remaja" memilih teman yang memiliki sifat dan kualitas "psikologis" yang relatif sama dengan dirinya, misalnya sama hobi, minat, sikap, nilai-nilai, dan kepribadiannya. 

Perkembangan sikap yang cukup rawan pada "remaja" adalah sikap comformity yaitu kecenderungan untuk menyerah dan mengikuti bagaimana teman sebayanya berbuat. Misalnya dalam hal pendapat, pikiran, nilai-nilai, gaya hidup, kebiasaan, kegemaran, keinginan, dan lain-lainnya.

f. Perkembangan Kepribadian "Psikologi Remaja"

"Psikologi remaja". Isu sentral pada "remaja" adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. "Remaja" mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut "remaja" juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi "remaja" ("psikologi remaja") adalah :

1) Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku dewasa pula
2) Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru
3) Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan cita-citanya
4) Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan jenis
5) Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju dewasa. "Remaja" akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan, mengembangkan, dan memelihara identitas diri


Tindakan antisipasi "remaja" akhir adalah: 

1) Berusaha bersikap hati-hati dalam berperilaku dan menyikapi kelebihan dirinya
2) Mengkaji tujuan dan keputusan untuk menjadi model manusia yang diidamkan
3) Memperhatikan etika masyarakat, kehendak orang tua, dan sikap teman-temannya
4) Mengembangkan sikap-sikap pribadinya

g. Perkembangan Kesadaran Beragama 

Iman dan hati adalah penentu perilaku dan perbuatan seseorang. Bagaimana perkembangan spiritual ini terjadi pada "psikologis remaja"? Sesuai dengan perkembangannya kemampuan kritis "psikologis remaja" hingga menyoroti nilai-nilai agama dengan cermat. Mereka mulai membawa nilai-nilai agama ke dalam kalbu dan kehidupannya. Tetapi mereka juga mengamati secara kritis kepincangan-kepincangan di masyarakat yang gaya hidupnya kurang memedulikan nilai agama, bersifat munafik, tidak jujur, dan perilaku amoral lainnya. Di sinilah idealisme keimanan dan spiritual "remaja" mengalami benturan-benturan dan ujian.

Sumber:
1. belajarpsikologi.com › Psikologi Remaja
2. www.psikoterapis.com/?en_psikologi-remaja%2C64
3. laely.widjajati.photos.facebook/ASSALAMU'ALAIKUM Wr.-Wb.-Met-Pagi-Smuanya.-Met-Aktivitas............
4. laely.widjajati.photos.facebook/LOMBOK.........TOMAT.............
5. laely.widjajati.photos.facebook/with-najma-ilma......

Sabtu, 27 April 2013

"PRESTASI DIRI"

"Prestasi Diri" adalah hasil usaha yang dicapai dari segala usaha yang telah dikerjakan dan merupakan puncak dari pengembangan potensi "diri" baik karena hasil belajar, bekerja/berlatih keterampilan dalam bidang tertentu." 

MAKNA "PRESTASI DIRI".

"Prestasi Diri" berarti hasil yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau diusahakan. "Prestasi Diri" menggambarkan hasil yang diperoleh seseorang dari satu waktu tertentu yang menunjukkan perubahan kemajuan.

"Prestasi Diri" merupakan perwujudan dari potensi "diri"seseorang. Potensi "diri" diartikan sebagai segala sesuatu yang dimiliki seseorang baik sudah atau belum nyata yang dapat digunakan dalam pembangunan "diri"nya.

Ber"prestasi" dapat dilakukan di berbagai aspek kehidupan, antara lain:

Aspek Politik.

Misalnya seseorang mampu mengelola sebuah partai kecil menjadi partai besar pemenang pemilu.

Aspek Ekonomi.

Misalnya seseorang mampu menjalankan usahanya. Keberhasilan itu dapat diperoleh berkat pengerahan daya dan kekuatan dalam usahanya.

Aspek Sosial Budaya.

Misalnya sebuah grup musik menjadi sangat terkenal tidak hanya di tingkat nasional, namun sampai tingkat internasional berkat ketekunannya.

Aspek Pendidikan.

Misalnya seorang siswa lulus dengan nilai yang memuaskan berkat ketekunan dan belajar yang keras.

PENTINGNYA "PRESTASI DIRI" BAGI KEUNGGULAN BANGSA.

Kita harus mampu mempertahankan hidup dalam kehidupan. Kita harus menjadikan hidup lebih bermakna. Untuk itu, setiap manusia pasti memiliki berbagai macam kebutuhan. Menurut Maslow, seorang ahli ilmu jiwa, manusia memiliki 5 kebutuhan diantaranya :

1. Kebutuhan dasar atau kebutuhan fisik yang menyangkut pemenuhan keperluan jasmani, seperti makan, minum, pakaian, perumahan, dan sebagainya.
2. Kebutuhan rasa aman.
3. Kebutuhan akan cinta kasih dan perhatian.
4. Kebutuhan akan harga "diri".
5. Kebutuhan akan aktualisasi "diri".
 
Untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, manusia harus mengusahakan dengan daya kekuatan yang dimilikinya. Setiap manusia harus ber"prestasi" agar tercapai hal berikut:

a. Dapat memenuhi kebutuhanya sehingga dapat mampu mempertahankan hidup dan kehidupanya.
b. Sebagai bentuk aktualisasi "diri", setiap manusia perlu pengakuan atas keberadaanya (eksistensinya). Pengakuan tersebut diberikan oleh masyarakat, lembaga ataupun negara. Semakin tinggi "prestasi" seseorang, pengakuan masyarakat semakin tinggi pula.
c. Memberi makna atau manfaat pada orang lain, bangsa dan negara. Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupanya, selalu bersama orang lain dan saling membutuhkan.
d. Memberi kepuasan batin kepada "diri" sendiri dan motivasi untuk lebih ber"prestasi". Manusia melakukan sesuatu untuk mengharapkan sesuatu hasil yang memuaskan.
 
"Prestasi diri" memiliki peran yang sangat penting bagi keunggulan bangsa. Peran "Prestasi Diri" sebagai berikut:
a. Meningkatkan taraf hidup bangsa dan negara.
b. Memperkokoh stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan.
c. Mengharumkan nama baik bangsa dan negara di mata internasional.
d. Menjaga kedaulatan bangsa dan negara.

PENGERTIAN POTENSI.

Kamu dapat menjadi sukses ketika mampu mengubah potensi dalam "diri"mu menjadi kompetensi yang diharapkan. Potensi dapat diartikan sebagai kemampuan, kekuatan baik yang belum terwujud maupun yang sudah terwujud yang dimiliki seseorang, tetapi belum sepenuhnya. Terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa potensi merupakan suatu kekuatan (daya) yang dimiliki oleh manusia. Tetapi belum dipergunakan dengan optimal sehingga kewajibanya adalah bagaimana mendayagunakan potensi yang ada dalam "diri"mu menjadi kompetensi untuk meraih "prestasi" seperti yang kamu inginkan.

Menyadari ketergantungan pengembangan potensi inilah, manusia dituntut untuk kreatif dan ber"prestasi"  menciptakan sarana dan prasarana guna mendukung keoptimalan pengembangan potensi masyarakat dan warga negaranya.

JENIS-JENIS POTENSI.

Menurut sifatnya, potensi dikelompokkan menjadi potensi jasmaniah dan rohaniah.

1. Potensi jasmaniah, berupa daya atau kekuatan fisik seseorang yang dapat dikembangkan guna meraih "prestasi" hidup.
 
2. Potensi rohaniah, merupakan potensi manusia yang bersifat kejiwaan, seperti potensi intelektual, estetika, dan etika.

Atas dasar SUMBERnya, merupakan potensi manusia dibedakan menjadi tiga macam, sebagai berikut:

1. Potensi yang bersumber daya cipta . potensi yang bersumber dari cipta yaitu potensi intelektual atau intelektual quotient (IQ)
 
2. Potensi yang bersumber dari rasa. Potensi yang bersumber dari rasa ada dua macam yaitu potensi emosional dan potensi spiritual.
a Potensi emosional atau emotional quotient (EQ). EQ merupakan kemampuan yang bersumber pada perasaan manusia.
b. Potensi spiritual atau spiritual quotient (SQ). SQ merupakan kemampuan seseorang menghayati nilai-nilai kaidah dan pranata.
 
3. Potensi yang bersumber pada karsa ada dua macam  yaitu potensi ketahan malangan dan potensi potensi vokasional. 
a. Potensi ketahanmalangan atau adversity quotient (AQ). AQ yaitu potensi manusia untuk menghadapi berbagai hambatan  dan tantangan hidup. Misalnya: sikap tabah, tangguh, memiliki daya juang, dan kreativitas. 
b. Potensi vokasional.
Potensi vokasional yaitu potensi manusia yang cenderung pada bidang-bidang keterampilan atau kejuruan. Misalnya tekhnik, bidang olah raga, kesenian dan tekhnik.

MENGENAL POTENSI "DIRI" UNTUK BER"PRESTASI" SESUAI KEMAMPUAN.

Ada berbagai upaya yang dapat saya lakukan dalam meraih "prestasi" menjadi penjahit, yaitu sebagai berikut :
1. Tekun, terbiasa dengan tindakan yang bermanfaat, menghindari perbuatan sia-sia, baik dalam belajar, rajin dalam bekerja, dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu.
2 Berdisiplin, selalu mengahargai waktu, selalu melakukan latihan menjahit, biasa bekerja secara tuntas dan bertanggung jawab, biasa memenuhi tata tertib, dan selalu menghindari sikap malas-malasan latihan menjahit, dan tidak suka menunda tugas atau pekerjaan.
3. Bekerja keras, berdisiplin dan bertanggung jawab bekerja secara terencana dan tuntas, selalu belajar dan mengait pengetahuan untuk masa depan, selalu menghindari sikap mengabaikan peraturan.
4. Rajin, selalu bertindak secara terus-menerus atas dorongan "diri" sendiri, berusaha untuk mencapai tujuan, dan selalu menghindari sikap malas belajar menjahit.
5. Percaya "diri", berperilaku atas dasar keselarasan dengan keseimbangan antar kemampuan menjahit dan dengan latihan menjahit yang akan menumbuhkan keyakinan pada "diri" sendiri, tidak mudah terpengaruh oleh ucapan ataupun perbuatan orang lain. Tidak rendah "diri" dan tidak tergantung pada orang lain.
6. Tanggung jawab dan ulet, selalu bersikap dan bertindak lurus, selalu menghindari sikap dan tindakan plin-plan, selalu berupaya mencari alternatif yang terbaik dalam belajar atau bekerja. Menyelesaikan tugas, mengembangkan potensi menjahit maupun aktivitas lain, selalu menghindari sikap dan tindakan menggampangkan segala urusan.
7. Mandiri, selalu bersikap dan berperilaku yang lebih mengandalkan inisiatif, kemampuan dan tanggung jawab pada "diri" sendiri secara konsekuen dan menghindari dari sikap ketergantungan pada orang lain.
8. Kreatif, selalu mengisi waktu luang dengan kegiatan menjahit, dapat menciptakan kreasi baru dan menularkannya kepada orang lain, dan tidak membiasakan "diri" untuk berperilaku konsumtif dalam segala hal.

CARA MENGGALI POTENSI "DIRI".

Bagaiamana cara kamu mengenali potensi "diri"? Saya mengenali potensi "diri" dengan cara mempraktekkan apa yang saya pelajari. Mengetahui potensi "diri" atau bakat tidak semudah saya mengenali nama teman-teman sepermainan saya. Akan tetapi, diperlukan adanya usaha dalam menemukan atau menggali potensi "diri".

Saya dapat mengelompokkan berbagai cara dalam mengenali potensi "diri" saya, baik secara intern maupun ekstern.

1. Faktor intern atau faktor yang berasal dari "diri" kita sendiri.
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor intern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Memiliki informasi yang lengkap tentang "diri" kita sendiri.
b. Memahami kemampuan atau kelebihan-kelebihan yang kita miliki,
c. Selanjutnya setelah mengetahui utuh siapa "diri" kita dan mempercayai apa yang diberikan Tuhan berupa bakat pada "diri" kita, kewajiban kita adalah mengasah potensi yang kita miliki. Potensi "diri" tersebut dapat menjadi kompetensi yang dapat kita banggakan.

2. Faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar "diri" kita sendiri
Cara mengenali potensi "diri" dilihat dari faktor ekstern dapat dicapai dengan hal-hal sebagai berikut :
a. Kita perlu menguji coba kemampuan "diri" kita dengan mengikuti perlombaan-perlombaan yang ada di sekitar kita,
b. Menguji atau mengukur kemampuan dan bakat kita kepada para ahli yang berkompeten dalam bidangnya.

BERSIKAP POSITIF TERHADAP SETIAP PELUANG UNTUK BER"PRESTASI".

Memiliki motivasi dalam mencapai tujuan hidup Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif disebut motivasi. Jadi, motivasi merupakan keadaan dalam "diri" seseorang yang mendorong perilaku ke arah tujuan. 

Dengan demikian, motivasi mempunyai 3 aspek yaitu sebagai berikut :

1. Keadaan terdorong dalam "diri" seseorang, yaitu kesiapan bergerak karena kebutuhan-kebutuhan, keadaan lingkungan dan keadaan mental.
2. Perilaku yang timbul dan terarah karena keadaan.
3. Tujuan yang ingin didapat (dituju) oleh pelaku

Orang yang memiliki MOTIVASI "diri" yang baik adalah orang yang:
1. Memiliki cita-cita dinamis, serta tekun mencurahkan "diri" dan kemampuannya untuk menjadi cita-cita tersebut.

2. Memiliki kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai jenis keterampilan manusia yang dapat melahirkan pengungkapan yang unik. Orisinil, berbeda sama sekali baru, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

3. Memiliki optimisme yang realistis
Optimisme yang baik adalah optimisme yang relaistis, yaitu optimisme yang masih dalam jangkauan dan dimungkinkan untuk dapat dicapai.

4. Memiliki kualitas mental dan etos kerja
Seseorang yang memiliki kualitas mental dan etos kerja yang baik, tidak akan tergantung dan terpengaruh orang lain sehingga "prestasi"nya akan membawa kedaiaman dalam hidupnya.

5. Memiliki rasa percaya "diri"
Untuk membangun rasa percaya "diri", kita harus menghilangkan rasa cemas, takut, dan sikap ragu-ragu pada "diri" kita.

MENUNJUKKAN KESIAPAN UNTUK BERKOMPETISI SECARA SEHAT.

Beberapa sikap yang menunjukkan kesiapan untuk berkompetisi dengan orang lain secara sehat, yaitu sebagai berikut :

1. Fisik dan mental yang sehat dan kuat
Orang yang secara fisik sehat dan kuat adalah seseorang yang selalu menghargai kesehatan.

2. Memiliki cita-cita yang dinamis
Artinya adalah seseorang yang berpikir jauh ke depan. Cita-cita dan tujuan yang dinamis merupakan dua hal yang berbeda. 

3. Memiliki kecerdasan

4. Percaya "diri" dan berdikari
Percaya "diri" merupakan sikap yang penuh keyakinan pada "diri"nya, mantap dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari, tidak mudah terpengaruh ucapan, tindakan atau perbuatan orang lain.

5. Bertanggung jawab dan berani mengambil resiko
Bertanggung jawab dalam arti mampu menyelesaikan tugas atau pekerjaan tepat pada waktunya, menghindarkan "diri" dari sikap ingkar janji dan dapat melaksanakan tugas sampai selesai.

6. Ulet dan tekun
Ulet dalam arti tidak mudah menyerah (putus asa) walaupun dalam keadaan yang paling sulit.

CARA-CARA UNTUK MENCAPAI KEBERHASILAN.

Menurut Paul J. Meyer dari California, ada enam cara untuk mencapai keberhasilan :

1. Menentukan tujuan yang ingin dicapai dengan jelas.
 
2. Menyusun rencana untuk mencapai tujuan dan menentukan tenggang waktu yang diperlukan untuk mencapainya.
 
3. Motivasi yang kuat untuk mencapai tujuan.
 
4. Mengembangkan keyakinan pada "diri" atas apa yang diperbuat.
 
5. Mengembangkan kemampuan untuk selalu setia pada rencana meskipun terdapat tantangan atau hambatan.
 
6. Berpegang teguh pada prinsip “tidak pernah ada kesempatan yang datang dengan sendirinya kepada orang yang diam menanti di tempat”. 

Sumber:
1. seratupersencopas.blogspot.com/2012/02/makna-prestasi-diri.html
2. www.tetukoinposting.com/.../materi-pkn-kelas-9-prestasi-diri.html
3. laely.widjajati.Facebool.Profile.Pictures/Alhamdulillah-sudah-bisa-istirahat....
4. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/ALLAHU-AKBAR....
5. laely.widjajati.Facebool.Timeline.Photos/MANFAAT/KHASIAT-BUNGA-KAMBOJA...

Jumat, 26 April 2013

"LANJUT USIA (LANSIA)"

"LANSIA", siapapun yang membaca atau mendengar kata tersebut ("Lansia") maka akan tergamnbar secara pasti dalam benak kita tentang suatu keadaan yang sangat jauh berbeda dari keadaan semula 3o tahun sebelumnya". 
 

"Lanjut Usia" adalah seseorang baik wanita maupun laki-laki yang telah ber"usia" 60 tahun ke atas.  Menurut UU No.13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan "Lanjut Usia", "Lanjut Usia" teridiri dari "Lanjut Usia" potensial dan "Lanjut Usia" tidak potensial.  Beberapa jenis permasalahan yang dialami "Lanjut Usia" antara lain secara fisik, mental, sosial dan psikologis. Sehingga hal ini akan mengakibatkan gangguan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. 

Perbaikan perawatan dan penyediaan fasilitas kesehatan serta semakin baiknya gizi masyarakat selama tiga dekade terakhir berdampak pada meningkatnya "usia" harapan hidup penduduk Indonesia yang membawa konsekuensi meningkatnya jumlah
"Lanjut Usia" dari tahun ke tahun. Dengan semakin panjangnya "usia" harapan hidup, akan berimplikasi pada permasalahan sosial yang berkaitan dengan kondisi fisik, psikologis, sosial dan ekonomi dimana jumlah "Lanjut Usia" terlantar semakin meningkat.
Masa inilah yang disebut dengan masa Tua.  Menjadi tua adalah proses dimana terjadi perubahan fisik yang menyebabkan seseorang berkurang harapan hidupnya dikarenakan adanya banyak faktor yang mempengaruhinya. Selama hal ini merupakan kebenaran yang mutlak bahwa perubahan kondisi fisik terjadi pada "usia lanjut" dan sebagian besar perubahan itu terjadi ke arah yang memburuk, proses dan kecepatannya sangat berbeda untuk masing-masing individu walaupun "usia" mereka sama. Selain itu juga pada bagian-bagian tubuh yang berbeda pada individu yang sama terjadi proses dan kecepatan kerusakan yang bervariasi. Misalnya, organ reproduksi lebih cepat usang dibanding organ yang lain.

Masa tua ini merupakan pase terakhir pertumbuhan dan perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia. Hal ini menggiring para ahli melakukan kajian dan penelitian mendalam. Lalu berdasarkan hasil kajian tersebut menghasilkan teori-teori tentang "usia" tua atau "usia lanjut" itu.

Secara garis besar teori tentang "Lansia" tersebut terdiri atas: 
1. Teori yang kajiannya didasari oleh sifat-sifat dan kecendrungan yang menyangkut hal ikhwal biologis.
2.. Teori activitas. 
Teori ini memperhatikan masalah berbagai peran yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas-tugas perkembangan pada "usia lanjut". Hal ini dapat berhubungan dengan perubahan dalam sikap dan tingkah laku individu sebagai keseluruhan, mungkin dengan aktivitasnya dalam peran-peran sosial tertentu, misalnya peran sebagai orang tua, pekerja, peran dalam waktu luang.

Kedua teori tersebut membawa aperubahan pada diri manusia yang sedang dalam fase tua tersebut..
Ad 1.- Perubahan bagian dalam tubuh
Walaupun pada bagian tubuh tidak dapat diamati seperti pada bagian luar namun perubahan tersebut juga jelas terjadi dan menyebar ke seluruh bagian dalam juga. Perubahan yang terjadi pada perubahan tubuh diakibatkan dari mengerasnya tulang-tulang, menumpuknya garam-garam mineral dan modifikasi pada susunan organ tulang bagian dalam. Akibatnya tulang menjadi mengapur dan mudah retak atau patah dan sembuhnya lambat sesuai bertambahnya "usia".
Teori mengenai proses menjadi tua melukiskan betapa proses tersebut dapat diintervensi sehingga dapat mencapai hasil yang optimum. Menurut Thomae teori-teori yang ada dapat dibagi menjadi teori yang bersifat biologis dan yang bersifat sosiologis.

Dalam teori yang bersifat biologis terdapat dua macam teori yaitu :
- Teori mikrobiologi (microbiological theories of aging): melihat ke dalam sel-sel tubuh untuk menjelaskan penuaan.
- Teori makrobiologi (macrobiological theories of aging): mempelajari kehidupan pada tingkat analisis yang lebih global dibandingkan sel.
Sedangkan dalam teori yang bersifat sosiologis terdapat tiga macam teori yaitu :
- Teori pemisahan (disengagement theory): menyatakan bahwa orang-orang dewasa "lanjut" secara perlahan-lahan menarik diri dari masyarakat

Ad 2.- Teori aktivitas (activity theory): semakin orang-orang dewasa "lanjut" aktif dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puas dengan kehidupannya.
- Teori rekonstruksi gangguan sosial (social breakdown-recontruction theory): Teori ini menyatakan bahwa penuaan dikembangkan melalui fungsi psikologis negatif yang dibawa oleh pandangan-pandangan negatif tentang dunia sosial dari orang-orang dewasa "lanjut" dan tidak memadainya penyediaan layanan untuk mereka.

Di samping teori-teori di atas dikemukakan juga teori psikologi perkembangan dalam perspektif sepanjang hidup yang dikemukakan Erikson (1963), Charlotte Büchler (1959, 1972) dan Havighurst (1953). Sedangkan Ryff (1982) menyebutnya sebagai teori optimalisasi karena menitik beratkan dalam kemungkinan berkembangnya seseorang sampai pada "usia lanjut".

Berbeda dengan pendapat Thomae yang dipandang kurang bersifat normatif yaitu mengenai teori kognitif integratif yang dikemukakannya. Landasan teori ini mengenai proses menjadi tua disebutkan bahwa orang yang menjadi tua tidak secara pasif menerima perubahan dalam fisik maupun lingkungannya, tetapi ia juga mengambil sikap, memilih, memberikan bentuk pada situasi yang dialaminya.

Dari gambaran faktual di sekitar kita, kita sering melihat perilaku orang-orang yang telah "lanjut usia" tersebut dengan perilaku seperti mencari perhatian, mau menang sendiri, tempramental, sensitif terhadap situasi tertentu dengan TINGKAH LAKU SALAH SUAI ( TLSS).....

LAYANAN SOSIAL UNTUK "LANJUT USIA".

Tantangan yang dihadapi akibat meningkatnya jumlah "Lanjut Usia", terutama mereka yang tidak potensial dan terlantar, adalah penyediaan jaminan sosial baik formal maupun informal. Penyiapan lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuan fisik "Lanjut Usia" akan menjadi kendala bagi "Lanjut Usia" yang masih potensial. Di samping itu tantangan lain adalah penyediaan pelayanan yang dibutuhkan oleh "Lanjut Usia" sebagaimana yang diatur dalam Undang – Undang Nomor 13  Tahun 1998 tentang Kesejahteraan "Lanjut Usia".

Visi :
"Lanjut Usia" Indonesia Sejahtera 2020"

Misi :
1.Meningkatkan kualitas pelayanan sosial
"Lanjut Usia" secara fisik,mental, sosial serta diliputi  rasa keselamatan dan kenyamanan.
2. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif agar selama mungkin "lansia" menjadi subyek pembangunan.
3. Meningkatkan kepedulian masyarakat agar "lansia" yang memerlukan/mendapatkan pelayanan, perlindungan/bantuan dan perawatan secara manusiawi dan bermartabat. 

Tugas Pokok
Direktorat Pelayanan Sosial
"Lanjut Usia" mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial "Lanjut Usia".

Fungsi :
Dalam melaksanakan tugas Direktorat Pelayanan Sosial
"Lanjut Usia" mempunyai fungsi :
1. Penyiapan perumusan kebijakan teknis di bidang pelayanan sossila dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
2. Melaksanakan kebijaksanaan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia" sesuai peraturan perundang-perundangan yang berlaku;
3. Penyusunan standar teknis, norma, pedoman, kriteria dan prosedur dibidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
4. Bimbingan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial
"Lanjut Usia" serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial "Lanjut Usia".
5.Evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan sosial dalam panti, pelayanan sosial luar panti, kelembagaan sosial serta perlindungan sosial dan aksesibilitas sosial
"Lanjut Usia".
6.Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga direktorat. 

Bentuk-bentuk Pelayanan Sosial "Lanjut Usia":
1.Pelayanan Sosial dalam Panti
2.Pelayanan Sosial Luar panti
3.Pelayanan Sosial Perlindungan dan Aksesibilitas
4.Pelayanan Sosial  Kelembagaan 

"Usia lanjut" adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai "usia" panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun. Pada "usia lanjut" akan terjadi berbagai kemunduran pada organ tubuh. Namun tidak perlu berkecil hati, harus selalu optimis, ceria dan berusaha agar selalu tetap sehat di "usia lanjut". Jadi walaupun "usia" sudah "lanjut", harus tetap menjaga kesehatan.
 
Ada satu pendapat yang mengatakan “KESEHATAN TIDAK BERARTI SEGALA-GALANYA, TETAPI TANPA KESEHATAN SEGALANYA TIDAK BERARTI”, yang maksudnya orang yang sehat belum tentu hidupnya makmur, segala keinginannya terpenuhi, bisa saja hidupnya sederhana atau biasa saja. Akan tetapi kesehatan itu milik kita yang paling berharga, karena bila sakit kita tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa menikmati dengan baik apa yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus selalu menjaga, merawat, memelihara dan menyayangi kesehatan. 

Sumber:
1. rehsos.kemsos.go.id/modules.php?name=Content&pa...pid=6
2. creasoft.wordpress.com/2008/04/15/lansia/
3. laely.widjajati.photos.facebook.com/Mbah-Buyut-&-Banda....
4. laely.widjajati.photos.facebook.com/NARSIS-Bareng,-mumpung-ketemu...........
5. laely.widjajati.photos.facebook.com/pulang-kantor-narsis-dulu.....
6.laely.widjajati.photos.facebook.com/Jangan-pernah-katakan-umurlah-telah-bertambah,-tapi- katakanlah-umurmu-telah-berkurang,-karena-dosalah-yg-selalu-bertambah........- ASTAGHFIRULLAHAL-ADZIIM.........

Jumat, 15 Maret 2013

"G A L A U"

"Galau" singkatan dari God Always Listening And Understanding (ini diambil dari sebuah forum, dan kayaknya nggak 100% bener)…. yang artinya Tuhan selalu mendengarkan dan mengerti".


Selain singkatan di atas, ada juga yang menyingkat kata "GALAU": Gue Akan Lakukan Apapun Untukmu"GALAU": Gelisah Antara Lanjut Atau Udahan

Berikut ini beberapa singkatan yang berkaitan dengan "GALAU" yang banyak digunakan oleh anak-anak muda jaman sekarang, yang kita para orang tua perlu mengetahuinya:

1. GADUNGAN
GADUNGAN ("GAlau" menDUNG dan hujAN ), "GAlau" tipe Gadungan biasanya banyak keluar saat-saat musim hujan datang. Karena cucian tak kunjung kering atau tidak bisa apel pacar karena terhalang hujan lebat dan masih banyak lagi contohnya.

2. GAMPANGAN
GAMPANGAN ("GAlau" Mencari PAsaNGAN), ini kayaknya yang umum dirasakan cowok dan cewek, kelamaan cari pacar gak dapat membuat perasaan "GAlau" sering hinggap di hatinya.

3. GABUNGAN
GABUNGAN ("GAlau" BUtuh pasaNGAN), "GAlau" tipe ini sebenarnya dampaknya sangat bahaya, kalau sudah akut bisa menjadikan seseorang bisa salah langkah terutama buat para cowok karena bisa terjerumus ke lokalisasi.

4. GARUT
GARUT ("GAlau" RUTin) apakah Anda masuk kategori tipe "GAlau" jenis ini? Mending jangan deh, banyak aktifitas yang lebih bermanfaat ketimbang cuma ber"GAlau" ria tiap hari.

5. GANTENG
GANTENG (GAlau di atas geNTENG), mungkin galau tipe ini banyak dirasakan oleh para kuli bangunan yang lagi benerin genteng. Karena saking panasnya terik matahari dan pasang genteng gak selesai-selesai, yah jadi galau deh..!!

6. GAJIAN
GAJIAN ("GAlau" uJIAN) "GAlau" jenis ini lazim dirasakan oleh pelajar yang sedang menghadapi ujian.

7. GRATIS
GRATIS ("GAlau" RAda’ auTIS), "GAlau" tipe ini bisa menyebabkan penderita menjadi terlihat seperti orang yang menderita autis.

8. GARUDA
GARUDA ( "GAlau" membuRU janDA), jangan deh terkena "GAlau" tipe ini, masih banyak yang gadis gan! Tapi kalau janda cakep dan kaya bisa dipertimbangkan juga… ha..ha

9. GARONG
GARONG ("GAlau" ROkok dan NGopi), kamu pasti tahu bagaimana mengekspresikan "GAlau" jenis ini, ya tidak salah penderita akan menghabiskan waktunya dengan merokok dan minum kopi.

10. GATRA
GATRA ("GAlau" TRAgis), "GAlau" jenis ini terjadi seakan-akan penderitanya telah mengalami tragedi yang sangat hebat.

11. GARING
GARING ( "GAlau" RINGan) "GAlau" jenis ini memang ringan tapi kalau terlalu sering bisa menjadi akut dan yang lebih bahayanya "GAlau" jenis ini bisa menularkan virusnya ke teman-teman Anda.

12. GANGSTER
GANGSTER (GAlau NGeneS TERus), galau jenis ini juga sangat berbahaya karena bisa jadi akan marah besar dan membanting piring emaknya kalau lagi kesengat emosinya. So jangan dekat-dekat orang yang lagi terkena galau tipe ini bisa-bisa Anda akan terkena semprot emaknya.

13. GSM
GSM ("GAlau" Setiap Malam), "GAlau" tipe ini hampir sama dengan penderita "GAlau" tipe GARUT, bedanya kalau "GAlau" GSM biasanya akan muncul hanya pada malam hari.

14. GANESHA
GANESHA ("GAlau" NElpon Setiap HAri), hati-hati dengan "GAlau" tipe ini karena akan menguras isi kantong Anda dengan menelpon temannya setiap hari hanya untuk mencurahkan ke"GAlau"nya.

15. GARUK
GARUK ("GAlau" baRU Kemarin), "GAlau" jenis ini penderitanya biasanya para ABG yang baru saja mengalami cinta pertama kali.

16. GATOTKACA
GATOTKACA ("GAlau" meloTOTin muKA di kaCA) "GAlau" tipe ini juga banyak diderita oleh remaja yang melihat jerawat di wajahnya ketika bercermin di kaca.

17. GAYUS
GAYUS ("GAlau" melaYU Sendu) orang yang lagi terkena syndrome "GAlau" tipe ini biasanya akan mengekspresikan dengan mendengarkan lagu-lagu pop melayu berirama sendu.

18. GAPTEK
GAPTEK ("GAlau" Pakai TEKnologi), nah kalo "GAlau" tipe ini saat ini yang lagi banyak dialami  teman-teman yaitu dengan mencurahkan ke"GAlau"an melalui: Facebook, Twitter, Blackberry Messenger, Yahoo Messenger.

19. GPS
GPS adalah singkatan dari "GAlau" Pinggir Sungai. Penderita "GAlau" jenis ini mempunyai tempat khusus untuk mencurahkan segala ke"GAlau"annya yaitu di pinggir sungai.

20. GALENDRA
GALENDRA ("GAlau" terLENa Drama), "GAlau" jenis ini biasa diderita oleh orang yang senang dengan film drama dan larut dalam jalan cerita drama tersebut.

21. GATASA
GATASA singkatan dari "GAlau" Tak punyA pulSA. "GAlau" jenis ini muncul di saat gratisan nelpon atau SMS habis. "GAlau" jenis ini hanya bisa diobati lewat voucher pulsa dan kios pulsa. 

22. GAMANG adalah singkatan dari "GAlau" bersaMA NGobrol. Galau jenis ini terjadi pada sekelompok penderita ke"GAlau"an yang berkumpul menceritakan ke"GAlau"annya masing-masing.

23. GAMIS adalah singkatan dari "GAlau" MInta Simpati. "GAlau" jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat seperti terguncang jiwanya dan orang yang melihatnya akan merasa iba karenanya.

24. GALAK adalah singkatan dari "GAlau" LAKi. "GAlau" jenis ini menyebabkan penderitanya terlihat lebih jantan,bijaksana dan berwibawa dari biasanya

25. GANTAR adalah singkatan dari "GAlau" main giTAR. Penderita "GAlau" jenis ini mencurahkan ke"GAlau"annya dengan bermain gitar menyanyikan lagu-lagu yang menyayat hati

26. GANJA adalah singkatan dari "GAlau" maNJA. "GAlau" jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi manja kepada setiap orang yang ada di dekatnya

27. GALANG adalah singkatan dari "GAlau" LANGka. "GAlau" jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi jarang terlihat karena ia mencari tempat yang sepi buat mencurahkan ke"GAlau"annya

28. GADING adalah singkatan dari "GAlau" DINGin. "GAlau" jenis ini menyebabkan penderitanya menjadi dingin menyikapi segala sesuatu yang ada di sekitarnya

29. GASING adalah singkatan dari "GAlau" puSING. "GAlau" jenis ini menyebabkan seseorang yang ada didekatnya menjadi pusing akibat tingkah laku yang dilakukan olehnya

30. GADIS adalah singkatan dari "GAlau" seDIh Sekali. "GAlau" jenis ini mengakibatkan raut muka penderitanya terlihat sedih sekali

31. GAJAH adalah singkatan dari "GAlau" JAHat. "GAlau" jenis ini berakibat penderitanya menjadi bersikap jahat kepada semua orang.

32. GACAU adalah singkatan dari "GAlau" KaCAU. "GAlau" jenis ini berakibat pada kekacauan situasi di sekelilingnya. 

33. GARAM  adalah singkatan dari "GAlau" RAMbut. "GAlau" jenis ini diakibatkan oleh penataan rambut yang tidak sesuai dengan keinginan, atau penderita "GAlau" jenis ini karena mengalami masalah rambut yang tidak sehat, misalnya rambut rontok, ketombean dan sebagainya.

34. GANJEN adalah singkatan dari "GAlau" Nengok JENdela. Penderita "GAlau" jenis ini biasanya cewek yang lagi nunggu diapelin pacarnya. Karena cowoknya tidak datang-datang, dia merasa "GAlau" dan selalu menengok ke jendela melihat keluar rumah, kali aja pacarnya nongol.
31 Jenis Galau yang Melanda Anak Muda. Galau dimana seseorang sedang kehilangan jati diri, sebuah nyawa yang sedang gundah gulana, dimana hati yang sedang tersakiti dimana rasa pilu selalu datang mengganggu…hahay…mungkin begitulah makna…galau.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/04/24/what-ternyata-galau-terbagi-dalam-31-jenis-lho/
31 Jenis Galau yang Melanda Anak Muda. Galau dimana seseorang sedang kehilangan jati diri, sebuah nyawa yang sedang gundah gulana, dimana hati yang sedang tersakiti dimana rasa pilu selalu datang mengganggu…hahay…mungkin begitulah makna…galau.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/04/24/what-ternyata-galau-terbagi-dalam-31-jenis-lho/
31 Jenis Galau yang Melanda Anak Muda. Galau dimana seseorang sedang kehilangan jati diri, sebuah nyawa yang sedang gundah gulana, dimana hati yang sedang tersakiti dimana rasa pilu selalu datang mengganggu…hahay…mungkin begitulah makna…galau.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/04/24/what-ternyata-galau-terbagi-dalam-31-jenis-lho/
31 Jenis Galau yang Melanda Anak Muda. Galau dimana seseorang sedang kehilangan jati diri, sebuah nyawa yang sedang gundah gulana, dimana hati yang sedang tersakiti dimana rasa pilu selalu datang mengganggu…hahay…mungkin begitulah makna…galau.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/04/24/what-ternyata-galau-terbagi-dalam-31-jenis-lho/
31 Jenis Galau yang Melanda Anak Muda. Galau dimana seseorang sedang kehilangan jati diri, sebuah nyawa yang sedang gundah gulana, dimana hati yang sedang tersakiti dimana rasa pilu selalu datang mengganggu…hahay…mungkin begitulah makna…galau.

Read more at: http://www.ruanghati.com/2012/04/24/what-ternyata-galau-terbagi-dalam-31-jenis-lho

Sebenarnya masih ada ke"GAlau"an yang lainnya, namun saya "GAlau" mau meneruskan tulisan ini atau tidak. Tapi boleh saja ditunggu, karena kemungkinan akan ada edisi selanjutnya .... 

Sumber:
1. bintancenter.blogspot.com/2012/06/singkatan-dari-kata-g-l-u.html
2. nandagokilz1.wordpress.com/.../arti-dan-kepanjangan-dari-galau/
3. blogbintang.com/singkatan
4. ixe-11.blogspot.com/.../aneka-singkatan-lucu-untuk-status-fb.html
5. www.thecrowdvoice.com/post/9-jenis-galau-6940802.html
6. coretansunthree.blogspot.com/.../31-jenis-galau-yang-melanda-anak-muda.html
7. humorsingkat.wordpress.com
8. laely.widjajati.photos.facebook/Assalamu'alaikum-Wr.-Wb-Met-Pagi-Met-Weekend-Buat Smuanya/
9. kata-mutiara11.blogspot.com 

Sabtu, 02 Maret 2013

"FILOSOFI WARNA HITAM"

"Warna" sering mendominasi dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sosok individu sampai sebuah negara". 


Misalnya bendera negara kita merah dan putih. Ini adalah suatu simbol "warna" yang mempunyai makna. Hal ini juga dijumpai pada simbol-simbol organisasi, perkumpulan dan bahkan individu.

"Warna" juga bisa menggambarkan kepribadian kita. Seperti halnya manusia, setiap "warna" memiliki karakter tersendiri yang unik dan berbeda satu sama lain. Karakter yang dimiliki masing-masing "warna" diyakini dapat mewakili kepribadian yang ada pada diri kita.

"Warna" favorit adalah "warna" yang secara pribadi kita sukai, lepas dari pengaruh siapa dan apa pun. Jadi apabila ingin mengenali kepribadian seseorang secara tidak langsung, tanyakan saja "warna"favoritnya.

"Black" atau "hitam", tampaknya penggunaan "warna" ini seram/ horor. Dalam kosa kata bahasa Inggris kata "hitam" memberikan arti tersendiri, seperti: "black" death, "black"out, "black" cat, "black" list, "black" tie. Bagaimana penggunaan kata "hitam" pada kosa kata bahasa Indonesia? "Hitam" identik dengan lambang Anarkisme.

"Hitam" sering dikaitkan dengan kematian dan duka dalam berbagai budaya. Hal ini juga terkait dengan ketidakbahagiaan, seksualitas, dan formalitas. Di Mesir kuno, "hitam" merupakan simbol kehidupan dan kebangkitan, di budaya Barat Melambangkan kematian dan kesedihan juga menunjukkan "warna" simbol kekuasaan, ketangguhan, perlindungan, pengusiran, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, kekayaan, ketakutan, kejahatan, ketidak bahagiaan, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, sesuatu yang melanggar , harga diri, anti kemapanan, seksualitas, kecanggihan, kematian. Sangat tepat untuk menambahkan kesan  misteri.

Latar belakang "warna hitam" dapat menampilkan perspektif dan kedalaman. Sangat bagus untuk menampilkan  karya seni atau fotografi karena membantu  penekanan pada "warna"-"warna" lain. Arti positif: perlindungan, dramatis, serius, bergaya/anggun, formalitas, sedangkan arti negatif: kerahasiaan, kematian, kejahatan/ malapetaka, kegaiban.

"Hitam" menyerap semua cahaya dalam spektrum "warna". "Hitam" sering digunakan sebagai simbol dari ancaman atau simbol jahat, tetapi juga terkenal sebagai indikator kekuasaan. "Warna hitam" digunakan untuk mewakili karakter curang seperti Dracula dan sering dikaitkan dengan Sihir.

Adapun "Hitam" mempunyai arti melambangkan Keanggunan (Elegance), Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated). "Hitam" adalah "warna" yang Independent dan Misteri "Warna hitam" sering dipakai di ruang anak remaja. Dalam pemilihan "warna" busana, dalam Fashion "hitam" sering digunakan untuk menunjukkan kesan kurus dan langgeng.

"Filosofi warna hitam" mengandung makna positif yaitu:
1. Mencerminkan keberanian
2. Pusat perhatian (terutama lawan jenis)
3. Ketenangan dan dominasi
4. Keteguhan,kekuatan dan keteguhan hati
5. Lebih menyukai yang alami daripada yang palsu.

Jika seseorang yang suka "warna hitam" ia merupakan orang yang cuek dan tidak memikirkan omongan orang terhadap dirinya. Baginya asal dia nyaman dia akan melakukan apapun yang mereka suka. Dalam pergaulan mereka cukup enak diajak berteman karena dapat memberikan solusi dalam masalah teman-temannya.  

"Warna hitam" juga melambangkan perlindungan, sesuatu yang negatif, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, perasaan yang dalam, kesedihan, kemarahan, harga diri. "Warna hitam" seringkali digunakan untuk menunjukkan kekuatan dan ketegasan seseorang.

POSITIF DAN NEGATIF "WARNA HITAM".

Arti Positif untuk "warna hitam": Adalah  Kecanggihan, glamor, keamanan, keselamatan emosional, efisiensi, substansi.

Sedangkan dalam arti yang Negatif: "Warna hitam" dapat diartikan Penindasan, dingin, ancaman, berat.
 
"Hitam" adalah semua "warna", benar-benar diserap. Implikasi psikologis yang cukup besar. Ini menciptakan hambatan pelindung, karena menyerap semua energi yang datang ke arah Anda. "Hitam" pada dasarnya adalah ketiadaan cahaya, karena tidak ada dalam panjang gelombang cermin oleh karena itu bisa jadi mengancam; banyak orang yang takut terhadap gelap. Secara positif, ia berkomunikasi kejelasan mutlak, tanpa nuansa halus. Ini mengkomunikasikan keunggulan kecanggihan dan tak kenal kompromi dan bekerja sangat baik dengan putih. "Hitam" punya reputasi buruk. "Warna" ini dipakai oleh para penjahat di komik atau film. "Hitam" juga melambangkan duka dan murung. Tapi, "hitam" juga punya sisi lain, misalnya saja untuk menyatakan sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap sebagai "warna" yang melangsingkan.

Kapan dipakai: Khawatir Anda akan memakai gaun dengan "warna" sama dalam pesta? Tambahkan sedikit keceriaan, misalnya gunakan perona mata cerah, kalung bebatuan, cat kuku "warna" merah, atau stiletto warna silver. "Warna hitam" mudah dipadukan dengan aksesori jenis apa pun.
 
Sumber:
1. desy-r.blogspot.com/.../filosofi-warna-hitam-dalam-kepribadiaan_4646.html
2. www.pabriktasbandung.com/free-tutorial/arti-warna-logo.html
3. notesanom.wordpress.com/2011/02/.../arti-warna-hitam-black-is-good/
4. edukasi.kompasiana.com/.../11-makna-warna-untuk-personality-anda-457313.html
5. uripsantoso.wordpress.com/.../arti-warna-dalam-kehidupan-sehari-hari/
div class='clear'>